Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Anak Penyandang Disabilitas Jadi Korban Asusila

Pelaku Seorang Kakek

14 Januari 2022, 08: 56: 01 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Anak Penyandang Disabilitas Jadi Korban Asusila

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

BLORA, Radar Bojonegoro - Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi awal tahun ini. Kali ini korbannya anak berusia 11 tahun asal Kecamatan Jepon. Ironisnya korban merupakan penyandang disabilitas. Pelaku seorang kakek berusia 72 tahun.

SW, ibu korban tampak menahan air mata. Dia menceritakan bahwa anaknya menjadi korban kekerasan seksual oleh kakek berusia 72 tahun.  Kejadian diketahui Jumat (7/1) setelah mendapatkan pemberitahuan dari aparatur pemerintah desa setempat.

 “Tapi, sebelumnya saya sudah curiga karena beberapa kali ada cairan kental di rok dipakai anak saya,” ujarnya sambil memegangi anaknya.

Baca juga: Sidang Tuntutan Rozi Ditunda

Setelah mengetahui itu, ibu korban menghubungi Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Blora. Dilanjutkan uji visum, dan keterangan dokter membuat ibu korban kaget.

Menurutnya, kejadian sudah terjadi tiga bulan lalu, karena anaknya menyandang disabilitas. Sehingga sulit diajak komunikasi. “Saya titipkan kepada neneknya,” terangnya.

Aksi kekerasan seksual dilakukan dengan iming-imingi uang Rp 5.000 kepada korban. Dan kejadian tersebut berdampak pada anaknya akhir-akhir ini mengalami kesakitan bagian kemaluan dan tidak mau bicara.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Blora Joko Lukito menerangkan, sudah melakukan pendampingan kepada keluarga korban. Juga sudah dilaporkan ke Polres Blora. 

Joko menegaskan, pelaku kekerasan seksual di bawah umur rerata orang tak jauh dari korban. Kasus perlu diteruskan karena pelaku orang dewasa sudah berusia di atas 18 tahun. “Kalau di bawah 18 tahun dikategorikan masih anak-anak, bisa jadi mengambil jalan audiensi. Kalau pelakunya sudah dewasa akan diteruskan ke jalur hukum,” terangnya.

Berdasar data dinsos P3A setahun lalu terdapat 15 kasus kekerasan terhadap anak. Didominasi kekerasan seksual dengan jumlah 13 korban.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Blora AKP Setiyanto membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini sedang didalami, namun pihaknya belum menerima hasil visum. “Kami belum menerima visum dari rumah sakit yang memeriksanya,” jelasnya. (luk)

(bj/*/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia