alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Satreskrim Polres Lamongan Mintai Keterangan Warga

LAMONGAN, Radar Lamongan  – Satreskrim Polres Lamongan menindaklanjuti Kades Pandanpancur Supadi yang dilaporkan salah satu warganya, terkait penyimpangan penjualan aset desa berupa saluran irigasi. Kini petugas telah memintai keterangan satu orang pelapor terkait kasus tersebut.

 

‘’Untuk tahapan saat ini masih melakukan klarifikasi dan memintai keterangan pelapor,’’ terang Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Komang Yogi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/6).

 

Diberitakan sebelumnya, warga melaporkan jika penjualan saluran irigasi oleh kades ke salah satu pabrik tanpa melalui musyawarah. Selain itu, terdapat kejanggalan antara luasan yang dijual kades dengan fakta di lapangan. Namun, Komang Yogi belum bisa membeberkan secara detail. Sebab, diakuinya masih terdapat tahapan berikutnya.

Baca Juga :  Harga Ikan Ekspor Turun

 

‘’Ini masih pengaduan masyarakat, sehingga sabar dahulu,’’ ucapnya.

 

Wartawan koran ini menelusuri terkait status saluran irigasi tersebut. Mantan Kepala UPT Dinas Pengairan Kecamatan Deket Budi menjelaskan, saluran irigasi di wilayah tersebut merupakan kewenangan desa. Sehingga, menurut Budi, pihakya tidak mengetahui masalah yang bergulir di sana.

 

‘’Surat saya sudah jelas. Bahkan ada tanda tangannya kades setempat wilayah tersebut jika itu milik desa,’’ ucap pria yang kini menjabat sebagai Kabid Bina Pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Lamongan tersebut. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan  – Satreskrim Polres Lamongan menindaklanjuti Kades Pandanpancur Supadi yang dilaporkan salah satu warganya, terkait penyimpangan penjualan aset desa berupa saluran irigasi. Kini petugas telah memintai keterangan satu orang pelapor terkait kasus tersebut.

 

‘’Untuk tahapan saat ini masih melakukan klarifikasi dan memintai keterangan pelapor,’’ terang Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Komang Yogi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/6).

 

Diberitakan sebelumnya, warga melaporkan jika penjualan saluran irigasi oleh kades ke salah satu pabrik tanpa melalui musyawarah. Selain itu, terdapat kejanggalan antara luasan yang dijual kades dengan fakta di lapangan. Namun, Komang Yogi belum bisa membeberkan secara detail. Sebab, diakuinya masih terdapat tahapan berikutnya.

Baca Juga :  Gelar Munaqosyah, Siswa Hafal Hingga 8 Juz Al Quran

 

‘’Ini masih pengaduan masyarakat, sehingga sabar dahulu,’’ ucapnya.

 

Wartawan koran ini menelusuri terkait status saluran irigasi tersebut. Mantan Kepala UPT Dinas Pengairan Kecamatan Deket Budi menjelaskan, saluran irigasi di wilayah tersebut merupakan kewenangan desa. Sehingga, menurut Budi, pihakya tidak mengetahui masalah yang bergulir di sana.

 

‘’Surat saya sudah jelas. Bahkan ada tanda tangannya kades setempat wilayah tersebut jika itu milik desa,’’ ucap pria yang kini menjabat sebagai Kabid Bina Pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Lamongan tersebut. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/