alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

JPU Belum Siap

Pengadilan Negeri Bojonegoro: Sidang Tuntutan Egga Ayu Ditunda

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Egga Ayu Nawang Aulia terdakwa penipuan investasi abal-abal mestinya menjalani sidang tuntutan kemarin (10/8). Namun, sidang batal digelar dan ditunda dua minggu lagi. Jaksa penuntut umum (JPU) belum merampungkan berkas tuntutan untuk dibacakan di persidangan.

 

Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Sonny Eko Andrianto menyampaikan, sidang terdakwa Egga Ayu digelar kemarin (10/8). Namun saat sidang digelar, JPU mengatakan tuntutannya belum siap. Sehingga majelis hakim menunda sidang tuntutannya pada 24 Agustus. “Ditundanya dua minggu. Karena Rabu minggu depan itu tanggal merah, 17 Agustus,” tutur Sonny.

 

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Arfan Halim membenarkan, tuntutan JPU belum siap. Sebelumnya, dakwaan terhadap terdakwa Egga Ayu ada dua alternatif. Kesatu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan kedua pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal selama empat tahun.

Baca Juga :  Satu Terdakwa Pengeroyokan Divonis Lima Tahun Penjara
- Advertisement -

 

“Selama proses persidangan, terdakwa tidak didampingi penasihat hukum,” imbuhnya.

 

Adapun jumlah saksi dihadirkan tim JPU di persidangan sebanyak sebelas orang. Delapan korban investasi/arisan bodong, pacar terdakwa, dan dua pihak keluarga korban. Egga Ayu turut hadirkan saksi a de charge (meringankan) yakni ibu terdakwa.

 

Berdasar berkas perkara jumlah korban investasi/arisan bodong sebanyak delapan orang. Total kerugian sebanyak Rp 386,4 juta. Delapan korban itu semuanya perempuan. Korban dengan inisial ADPP merugi Rp 140 juta, UH Rp 65 juta, DDR senilai Rp 54 juta. Juga EDH Rp 54 juta, IR senilai Rp 31 juta, EVS Rp 17,25 juta, PK Rp 13,2 juta, dan FZ Rp 12 juta. (bgs/rij)

Baca Juga :  Dua Kasus SS Hadirkan Saksi Sama

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Egga Ayu Nawang Aulia terdakwa penipuan investasi abal-abal mestinya menjalani sidang tuntutan kemarin (10/8). Namun, sidang batal digelar dan ditunda dua minggu lagi. Jaksa penuntut umum (JPU) belum merampungkan berkas tuntutan untuk dibacakan di persidangan.

 

Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Sonny Eko Andrianto menyampaikan, sidang terdakwa Egga Ayu digelar kemarin (10/8). Namun saat sidang digelar, JPU mengatakan tuntutannya belum siap. Sehingga majelis hakim menunda sidang tuntutannya pada 24 Agustus. “Ditundanya dua minggu. Karena Rabu minggu depan itu tanggal merah, 17 Agustus,” tutur Sonny.

 

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Arfan Halim membenarkan, tuntutan JPU belum siap. Sebelumnya, dakwaan terhadap terdakwa Egga Ayu ada dua alternatif. Kesatu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan kedua pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal selama empat tahun.

Baca Juga :  Kemenag Segera Data Jumlah Mubalig di Kota Ledre
- Advertisement -

 

“Selama proses persidangan, terdakwa tidak didampingi penasihat hukum,” imbuhnya.

 

Adapun jumlah saksi dihadirkan tim JPU di persidangan sebanyak sebelas orang. Delapan korban investasi/arisan bodong, pacar terdakwa, dan dua pihak keluarga korban. Egga Ayu turut hadirkan saksi a de charge (meringankan) yakni ibu terdakwa.

 

Berdasar berkas perkara jumlah korban investasi/arisan bodong sebanyak delapan orang. Total kerugian sebanyak Rp 386,4 juta. Delapan korban itu semuanya perempuan. Korban dengan inisial ADPP merugi Rp 140 juta, UH Rp 65 juta, DDR senilai Rp 54 juta. Juga EDH Rp 54 juta, IR senilai Rp 31 juta, EVS Rp 17,25 juta, PK Rp 13,2 juta, dan FZ Rp 12 juta. (bgs/rij)

Baca Juga :  Kejari Bojonegoro Tak Kunjung Tetapkan Tersangka

Artikel Terkait

Most Read

Jelang Mudik, Mulai Berburu Mobil

Darurat Kasus Persetubuhan

Target Pelaksanaan UNBK SMP 

Artikel Terbaru

Pelebaran Mulai Rampung

Komisi C Minta Satgas PPA Dievaluasi


/