alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Kejari Bojonegoro: Kades Kanten Menunggu Putusan Banding

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Syamsul Hadi kepala Desa (nonaktif) Kanten, Kecamatan Trucuk, sisa menunggu putusan banding atas kasus penipuan menjeratnya. Terdakwa juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro telah mengajukan berkas memori banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim.

 

Kasi Pidana Umum Kejari Arfan Halim menyampaikan, bahwa pihaknya tinggal menunggu putusan banding atas dua kasus penipuan dilakukan terdakwa Syamsul Hadi. “Iya berkas banding sudah kami kirim semua, tinggal menunggu putusannya,” ucapnya.

 

Kedua kasus penipuan itu terkait proyek fiktif. Alasan JPU ajukan banding karena dua kasus merupakan kategori perkara penting (pekating). “Sebab terdakwa merupakan tokoh masyarakat yaitu kades,” imbuhnya.

- Advertisement -

 

Perlu diketahui, modus terdakwa di dua perkara penipuan yaitu mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif. Namun, masing-masing korban agar bisa mendapat proyek fiktif itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga :  Egga Ayu Segera Dilimpah ke Kejari Bojonegoro

 

Terpisah, Sunaryo Abuma’in penasihat hukum terdakwa mengajukan banding karena sudah adanya perdamaian antara terdakwa dan korban-korbannya. “Bahkan korban-korbannya itu sudah mencabut laporan polisinya. Seharusnya sudah bisa diselesaikan kekeluargaan pendekatan restorative justice,” bebernya.

 

Terdakwa, menurut dia, telah membuat kesepakatan sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban. “Yakni memberikan kompensasi kepada korban berupa lahan obyek tanah milik terdakwa sendiri sebagian diserahkan dan dikelola sebagai penambangan pasir,” imbuhnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Syamsul Hadi kepala Desa (nonaktif) Kanten, Kecamatan Trucuk, sisa menunggu putusan banding atas kasus penipuan menjeratnya. Terdakwa juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro telah mengajukan berkas memori banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim.

 

Kasi Pidana Umum Kejari Arfan Halim menyampaikan, bahwa pihaknya tinggal menunggu putusan banding atas dua kasus penipuan dilakukan terdakwa Syamsul Hadi. “Iya berkas banding sudah kami kirim semua, tinggal menunggu putusannya,” ucapnya.

 

Kedua kasus penipuan itu terkait proyek fiktif. Alasan JPU ajukan banding karena dua kasus merupakan kategori perkara penting (pekating). “Sebab terdakwa merupakan tokoh masyarakat yaitu kades,” imbuhnya.

- Advertisement -

 

Perlu diketahui, modus terdakwa di dua perkara penipuan yaitu mengiming-imingi kontraktor berupa proyek fiktif. Namun, masing-masing korban agar bisa mendapat proyek fiktif itu harus membayar uang muka kepada terdakwa total senilai Rp 30 juta. Ternyata setelah menyerahkan uang, tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Berdampak Longsor

 

Terpisah, Sunaryo Abuma’in penasihat hukum terdakwa mengajukan banding karena sudah adanya perdamaian antara terdakwa dan korban-korbannya. “Bahkan korban-korbannya itu sudah mencabut laporan polisinya. Seharusnya sudah bisa diselesaikan kekeluargaan pendekatan restorative justice,” bebernya.

 

Terdakwa, menurut dia, telah membuat kesepakatan sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban. “Yakni memberikan kompensasi kepada korban berupa lahan obyek tanah milik terdakwa sendiri sebagian diserahkan dan dikelola sebagai penambangan pasir,” imbuhnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

KPU Tunggu PKPU Disahkan

Pembuat Upal Ikut Diringkus

Mengarah ke Sekretariat KPUK

Artikel Terbaru

Pelebaran Mulai Rampung

Komisi C Minta Satgas PPA Dievaluasi


/