alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Awalnya Tidak Mau Didampingi Penasihat Hukum

LAMONGAN, Radar LamonganArif EA kemarin (8/6) menjalani sidang perdana kasus pencurian motor disertai tindak kekerasan bersenjata. Saat hakim ketua Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, Erven Langgeng Kaseh, menawarkan pendampingan dari penasihat hukum, terdakwa awalnya menolak.

 

“Kenapa? Ini hukumanmu berat, sembilan tahun (sesuai pasal 365 ayat 1 ke-1 KUHP). Kamu mau tidak didampingi oleh penasihat hukum?,” tanya hakim ketua.

Arif lalu tak menjawab pasti. “Terserah,” katanya.

 

“Lho ini kan untuk Anda sendiri,” ujar hakim ketua.

 

Akhirnya, terdakwa menerima pendampingan dari penasihat hukum.

 

Setelah dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Arif membenarkan kronologi kejadiannya. Sidang itu dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Arif masih ditahan di Polres Lamongan.

Baca Juga :  Betapa Kerasnya Sepak Bola Batu

 

Berdasarkan data di PN, kejadian 16 Februari lalu. Dari rumahnya di Desa Kuripan, Kecamatan Babat, terdakwa mengendarai skuter tanpa pelat nomor sekitar pukul 21.00. Sesampai di Jalan Petrokimia Gresik, Desa Minggir, terdakwa melihat beberapa pemuda di warung selatan RSU Permata Bunda.

 

Terdakwa lalu berpura-pura skuternya mogok. Dia mendorong kendaraannya ke warung. Arif meminta bantuan untuk mengantarnya pulang. Ar dan Mr kemudian bersedia mengantarkan terdakwa.

 

Di tengah perjalanan, Arif ingin meminjam motor milik Mr tersebut, namun ditolak. Saat di jalan tanpa penerangan di tengah persawahan, terdakwa menjatuhkan helmnya. Motor berhenti.

 

Ar mengambil helm milik terdakwa. Saat bersamaan, Arif menyikat kunci kontak motor dan mengambil pisau dari balik bajunya yang diarahkan ke Mr. Dia meminta Mr menyerahkan HP-nya.

Baca Juga :  Jackpot! Komplotan Pemeras Juga Positif Menggunakan SS

 

Ar yang datang mendekat, memukul Arif dengan helm dan tangan. Pisau yang diacungkan Arif mengayun ke arah lengan Ar dan mengakibatkan luka iris. Arif resmi ditahan penyidik keesokan harinya (17/2).

 

Dalam sidang kemarin, saksi belum dapat hadir. “Baik, sidang kita tunda selama satu minggu untuk menghadirkan saksi,” kata hakim ketua sebelum mengetukkan palu. (edo/yan)

LAMONGAN, Radar LamonganArif EA kemarin (8/6) menjalani sidang perdana kasus pencurian motor disertai tindak kekerasan bersenjata. Saat hakim ketua Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, Erven Langgeng Kaseh, menawarkan pendampingan dari penasihat hukum, terdakwa awalnya menolak.

 

“Kenapa? Ini hukumanmu berat, sembilan tahun (sesuai pasal 365 ayat 1 ke-1 KUHP). Kamu mau tidak didampingi oleh penasihat hukum?,” tanya hakim ketua.

Arif lalu tak menjawab pasti. “Terserah,” katanya.

 

“Lho ini kan untuk Anda sendiri,” ujar hakim ketua.

 

Akhirnya, terdakwa menerima pendampingan dari penasihat hukum.

 

Setelah dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), Arif membenarkan kronologi kejadiannya. Sidang itu dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Arif masih ditahan di Polres Lamongan.

Baca Juga :  Pemkab Lamongan Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik 2021

 

Berdasarkan data di PN, kejadian 16 Februari lalu. Dari rumahnya di Desa Kuripan, Kecamatan Babat, terdakwa mengendarai skuter tanpa pelat nomor sekitar pukul 21.00. Sesampai di Jalan Petrokimia Gresik, Desa Minggir, terdakwa melihat beberapa pemuda di warung selatan RSU Permata Bunda.

 

Terdakwa lalu berpura-pura skuternya mogok. Dia mendorong kendaraannya ke warung. Arif meminta bantuan untuk mengantarnya pulang. Ar dan Mr kemudian bersedia mengantarkan terdakwa.

 

Di tengah perjalanan, Arif ingin meminjam motor milik Mr tersebut, namun ditolak. Saat di jalan tanpa penerangan di tengah persawahan, terdakwa menjatuhkan helmnya. Motor berhenti.

 

Ar mengambil helm milik terdakwa. Saat bersamaan, Arif menyikat kunci kontak motor dan mengambil pisau dari balik bajunya yang diarahkan ke Mr. Dia meminta Mr menyerahkan HP-nya.

Baca Juga :  Polsek Sukodadi Lamongan, Amankan Pembobol Rumah Pemilik Toko

 

Ar yang datang mendekat, memukul Arif dengan helm dan tangan. Pisau yang diacungkan Arif mengayun ke arah lengan Ar dan mengakibatkan luka iris. Arif resmi ditahan penyidik keesokan harinya (17/2).

 

Dalam sidang kemarin, saksi belum dapat hadir. “Baik, sidang kita tunda selama satu minggu untuk menghadirkan saksi,” kata hakim ketua sebelum mengetukkan palu. (edo/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Diminta Serahkan Desain Bahan Kampanye

Gerakkan Kuliner Pinggir Bengawan

Butuh 10 Pemain Lokal

Artikel Terbaru


/