27.8 C
Bojonegoro
Friday, June 2, 2023

Penyidik Tipikor Perdalam Peran Kades Kapas, Bojonegoro

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Bojonegoro kembali mendalami perbuatan Adi Syaiful Alim atas dugaan korupsi. Terutama perbuataan Kepala Desa (Kades) Kapas (nonaktif) itu mengambil alih pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan pembangunan.

 

Petunjuk tersebut untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka dugaan korupsi APBDes 2019-2020. Sebab, tim jaksa peneliti kejaksaan negeri (kejari) mnyatakan berkas BAP belum lengkap. Tersangka juga Kades Kapas (nonaktif) itu diduga  menyelewengkan dana Covid-19 dan pembangunan jembatan pada 2019-2020.

 

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Adi Wibowo mengatakan, berkas BAP Kades Kapas sudah dilimpahkan penyidik satreskrim minggu lalu. Namun setelah diteliti jaksa ternyata masih ada beberapa poin perlu dilengkapi penyidik.

- Advertisement -

 

“Karena itu, berkas BAP kami kembalikan ke penyidik agar segera dilengkapi. Statusnya masih P-19, belum P-21,” kata Adi.

 

Adapun petunjuk perlu dilengkapi penyidik satreskrim di antaranya pendalaman perbuatan tersangka mengambil alih pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan pembangunan. Juga, pendalaman kerugian negara.

 

Kasatreskrim Polres AKP Girindra Wardana Akbar Ramadhani membenarkan, berkas BAP Kades Kapas belum lengkap atau P-21. Pihaknya secepatnya melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa peneliti.

 

Sebelumnya diketahui, nilai kerugian negara ditaksir Rp 500 juta. Kades Kapas ditetapkan tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres sejak 23 Mei lalu hingga sekarang. Tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Bojonegoro kembali mendalami perbuatan Adi Syaiful Alim atas dugaan korupsi. Terutama perbuataan Kepala Desa (Kades) Kapas (nonaktif) itu mengambil alih pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan pembangunan.

 

Petunjuk tersebut untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka dugaan korupsi APBDes 2019-2020. Sebab, tim jaksa peneliti kejaksaan negeri (kejari) mnyatakan berkas BAP belum lengkap. Tersangka juga Kades Kapas (nonaktif) itu diduga  menyelewengkan dana Covid-19 dan pembangunan jembatan pada 2019-2020.

 

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Adi Wibowo mengatakan, berkas BAP Kades Kapas sudah dilimpahkan penyidik satreskrim minggu lalu. Namun setelah diteliti jaksa ternyata masih ada beberapa poin perlu dilengkapi penyidik.

- Advertisement -

 

“Karena itu, berkas BAP kami kembalikan ke penyidik agar segera dilengkapi. Statusnya masih P-19, belum P-21,” kata Adi.

 

Adapun petunjuk perlu dilengkapi penyidik satreskrim di antaranya pendalaman perbuatan tersangka mengambil alih pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan pembangunan. Juga, pendalaman kerugian negara.

 

Kasatreskrim Polres AKP Girindra Wardana Akbar Ramadhani membenarkan, berkas BAP Kades Kapas belum lengkap atau P-21. Pihaknya secepatnya melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa peneliti.

 

Sebelumnya diketahui, nilai kerugian negara ditaksir Rp 500 juta. Kades Kapas ditetapkan tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres sejak 23 Mei lalu hingga sekarang. Tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lebih Suka Belajar Bersama

Terus Bersinergi dengan Media


/