alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Miris, Remaja Jadi Residivis Pengedar Pil Dobel L

Sulitnya Lepas dari Lingkaran Narkoba di Lamongan

LAMONGAN, Radar LamonganLingkungan toxic mampu membuat remaja terjerumus dalam dunia narkoba. Bahkan tak sedikit yang ikut menjadi pengedar sabu-sabu, pil dobel L, dan karnopen. Karena terdesak untuk membeli barang haram tersebut. Satreskoba Polres Lamongan menangkap remaja sebagai residivis pengedar narkoba. Ini memunculkan fakta, jika remaja yang sudah terlibat kasus narkoba, cukup sulit lepas dari lingkaran setan tersebut.

 

Seperti tersangka bernama, Bagas gunawan, 20, diamankan anggota Satreskoba Polres Lamongan setelah kedapatan membawa pil dobel L. Ini kedua kalinya remaja asal Desa/ Kecamatan Paciran  itu diamankan. Pada Tahun 2020, tersangka juga diamankan setelah melakukan peredaran pil dobel L. Namun, karena saat itu statusnya masih di bawah umur, tersangka hanya menjalani hukuman 7 bulan penjara.

 

‘’Sebagian bisa berhenti, ada juga sebagian kembali lagi. Hingga mengalami peningkatan penjualan setelah keluar tahanan,’’ terang Kasat Narkoba Polres Lamongan AKP Khusen kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Baca Juga :  Amankan Dua Pengedar Pil Dobel L di Lamongan

Berdasarkan keterangan dari pelaku narkoba, diakuinya, pelaku yang sudah tertangkap dan pernah menjalani hukuman, mayoritas akan kembali lagi. Menurut dia, ada kecenderungan pelaku merambah peredaran narkoba lebih besar dari sebelumnya.  Seperti kasus penangkapan sebelumnya, tersangka juga pernah tertangkap menjadi pengedar pil dobel L.

 

‘’Meski se-rapi apapun, pengiriman cepat atau lambat, tetap terendus oleh anggota,’’ bebernya.

 

Meski begitu, peredaran narkoba memiliki seribu akal bulus, untuk bisa mengelabuhi petugas. Bahkan, modus operandi cukup rapi. Dia membeberkan, terdapat pengedar yang tidak melalui jasa pengiriman. Tapi langsung memakai barang haram tersebut di tempat di luar daerah.

 

‘’Saya kira, dari lingkungan atau sesama temannya  yang sangat besar mempengaruhi. Hingga ingin mengunakan sabu-sabu, pil dobel L, atau karnopen lagi setelah keluar dari lapas,’’ katanya.

Baca Juga :  Lagi, Ada Saksi Mengaku Diancam Jaksa

 

Menurut dia, terjerumusnya remaja pada lingkaran narkoba, bukan karena minimnya pendidikan. Sebab, mereka sudah mengetahui tentang larangan barang haram tersebut dari pemerintah maupun agama. Dia membeberkan, semua pelaku yang tertangkap memahami jika barang tersebut haram dan dilarang.

 

‘’Saat ditangkap menggunakan barang haram itu terlihat ketakutan. Akan tetapi rasa takutnya kalah dengan rasa keinginan untuk mengkomsumsi lagi,’’ imbuhnya.

 

Berdasarkan pengamatannya, keuntungan dari menjadi pengedar narkoba hanya mendapatkan penghasilan ratusan ribu saja. Beberapa kurir narkoba mengakui hanya menerima upah sekitar Rp 100 ribu sekali transaksi. Tapi, diakuinya, ada iming-iming yang lebih menggiurkan. Biasanya beberapa pelaku mendapatkan jatah barang haram, jika mampu melakukan pengiriman lebih banyak.

 

‘’Kalau jumlah lebih banyak, semisal dua atau tiga klip barang, selesai pengantaran, biasanya diajak memakai bersama,’’ terang Khusen. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar LamonganLingkungan toxic mampu membuat remaja terjerumus dalam dunia narkoba. Bahkan tak sedikit yang ikut menjadi pengedar sabu-sabu, pil dobel L, dan karnopen. Karena terdesak untuk membeli barang haram tersebut. Satreskoba Polres Lamongan menangkap remaja sebagai residivis pengedar narkoba. Ini memunculkan fakta, jika remaja yang sudah terlibat kasus narkoba, cukup sulit lepas dari lingkaran setan tersebut.

 

Seperti tersangka bernama, Bagas gunawan, 20, diamankan anggota Satreskoba Polres Lamongan setelah kedapatan membawa pil dobel L. Ini kedua kalinya remaja asal Desa/ Kecamatan Paciran  itu diamankan. Pada Tahun 2020, tersangka juga diamankan setelah melakukan peredaran pil dobel L. Namun, karena saat itu statusnya masih di bawah umur, tersangka hanya menjalani hukuman 7 bulan penjara.

 

‘’Sebagian bisa berhenti, ada juga sebagian kembali lagi. Hingga mengalami peningkatan penjualan setelah keluar tahanan,’’ terang Kasat Narkoba Polres Lamongan AKP Khusen kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Baca Juga :  Hakim Tanyakan Kuitansi

Berdasarkan keterangan dari pelaku narkoba, diakuinya, pelaku yang sudah tertangkap dan pernah menjalani hukuman, mayoritas akan kembali lagi. Menurut dia, ada kecenderungan pelaku merambah peredaran narkoba lebih besar dari sebelumnya.  Seperti kasus penangkapan sebelumnya, tersangka juga pernah tertangkap menjadi pengedar pil dobel L.

 

‘’Meski se-rapi apapun, pengiriman cepat atau lambat, tetap terendus oleh anggota,’’ bebernya.

 

Meski begitu, peredaran narkoba memiliki seribu akal bulus, untuk bisa mengelabuhi petugas. Bahkan, modus operandi cukup rapi. Dia membeberkan, terdapat pengedar yang tidak melalui jasa pengiriman. Tapi langsung memakai barang haram tersebut di tempat di luar daerah.

 

‘’Saya kira, dari lingkungan atau sesama temannya  yang sangat besar mempengaruhi. Hingga ingin mengunakan sabu-sabu, pil dobel L, atau karnopen lagi setelah keluar dari lapas,’’ katanya.

Baca Juga :  Mintai Keterangan Dua Pelapor terkait Dugaan Penipuan Tenaga Kerja

 

Menurut dia, terjerumusnya remaja pada lingkaran narkoba, bukan karena minimnya pendidikan. Sebab, mereka sudah mengetahui tentang larangan barang haram tersebut dari pemerintah maupun agama. Dia membeberkan, semua pelaku yang tertangkap memahami jika barang tersebut haram dan dilarang.

 

‘’Saat ditangkap menggunakan barang haram itu terlihat ketakutan. Akan tetapi rasa takutnya kalah dengan rasa keinginan untuk mengkomsumsi lagi,’’ imbuhnya.

 

Berdasarkan pengamatannya, keuntungan dari menjadi pengedar narkoba hanya mendapatkan penghasilan ratusan ribu saja. Beberapa kurir narkoba mengakui hanya menerima upah sekitar Rp 100 ribu sekali transaksi. Tapi, diakuinya, ada iming-iming yang lebih menggiurkan. Biasanya beberapa pelaku mendapatkan jatah barang haram, jika mampu melakukan pengiriman lebih banyak.

 

‘’Kalau jumlah lebih banyak, semisal dua atau tiga klip barang, selesai pengantaran, biasanya diajak memakai bersama,’’ terang Khusen. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/