29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Sidang Putusan Jihan – Silvi Pekan Depan

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Silviya Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, beberapa kali mengusap air matanya. Kemarin (4/10), penasihat hukumnya, Sahlan,  membacakan pledoi atas kasus investasi bodong yang menjeratnya.

 

Menurut Sahlan, dirinya menyampaikan pembelaan mengenai pokok-pokok dasar hokum. Silvi tidak tahu awalnya bagaimana dan diajak.

 

‘’Tidak terlalu mengerti bagaimana hingga akhirnya mengajak member, mengajak keluarganya juga, ketidaktahuan pertama perlu dipertimbangkan,’’ katanya.

- Advertisement -

 

Menurut dia, semua uang yang dikumpulkan juga diserahkan ke Bilad. Bahkan, uang pribadi kliennya ikut masuk. ‘’Uang untuk untung itu sudah diinvestasikan semua. Jadi saya minta ke hakim ada pertimbangan, ada keringanan,’’ pintanya.

 

Sahlan juga menjelaskan tentang hal meringankan kliennya. Selain secara hukum belum pernah dipidana, Silvi kooperatif selama persidangan.

Baca Juga :  23 Kasus Arisan, Satu Proses Penyidikan

 

‘’Kesalahan ini ada otaknya. Jadi, kita berharap dihukum seberat-beratnya itu adalah otaknya, bukan orang yang tidak ketahuan. Harapannya bisa diputus seringan – ringannya dari tuntuan jaksa kemarin,’’ ujarnya.

 

Pada sidang sebelumnya, Silvi dituntut 2,5 tahun. ‘’Putusan akan dibacakan pada hari Selasa, tanggal 11 Oktober,’’ kata Ketua Majelis Hakim, Maskur Hidayat, yang didampingin hakim anggota Rais Muhammad Syakrani dan Andi Muhammad Ishak.

 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina yang menangani kasus reseller Jihan Nadia Natasya, 23, asal Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, mengatakan, perkara tersebut juga diputus pekan depan. Namun, kasus Jihan disidangkan sehari sebelum kasus Silvi. (sip/yan)

Baca Juga :  Ujian Susulan Minggu

LAMONGAN, Radar Lamongan – Silviya Arbiyanti, 23, warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, beberapa kali mengusap air matanya. Kemarin (4/10), penasihat hukumnya, Sahlan,  membacakan pledoi atas kasus investasi bodong yang menjeratnya.

 

Menurut Sahlan, dirinya menyampaikan pembelaan mengenai pokok-pokok dasar hokum. Silvi tidak tahu awalnya bagaimana dan diajak.

 

‘’Tidak terlalu mengerti bagaimana hingga akhirnya mengajak member, mengajak keluarganya juga, ketidaktahuan pertama perlu dipertimbangkan,’’ katanya.

- Advertisement -

 

Menurut dia, semua uang yang dikumpulkan juga diserahkan ke Bilad. Bahkan, uang pribadi kliennya ikut masuk. ‘’Uang untuk untung itu sudah diinvestasikan semua. Jadi saya minta ke hakim ada pertimbangan, ada keringanan,’’ pintanya.

 

Sahlan juga menjelaskan tentang hal meringankan kliennya. Selain secara hukum belum pernah dipidana, Silvi kooperatif selama persidangan.

Baca Juga :  Persela Lamongan Waspadai Kebangkitan Rival

 

‘’Kesalahan ini ada otaknya. Jadi, kita berharap dihukum seberat-beratnya itu adalah otaknya, bukan orang yang tidak ketahuan. Harapannya bisa diputus seringan – ringannya dari tuntuan jaksa kemarin,’’ ujarnya.

 

Pada sidang sebelumnya, Silvi dituntut 2,5 tahun. ‘’Putusan akan dibacakan pada hari Selasa, tanggal 11 Oktober,’’ kata Ketua Majelis Hakim, Maskur Hidayat, yang didampingin hakim anggota Rais Muhammad Syakrani dan Andi Muhammad Ishak.

 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina yang menangani kasus reseller Jihan Nadia Natasya, 23, asal Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, mengatakan, perkara tersebut juga diputus pekan depan. Namun, kasus Jihan disidangkan sehari sebelum kasus Silvi. (sip/yan)

Baca Juga :  Bahagiakan Pacar, Residivis Gelapkan Motor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/