alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

JPU Klaim Terdakwa Akui Gelapkan Uang PNBP Samsat

Pasutri Oknum Polisi Sisakan Sidang Tuntutan

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Etana Fany Jatmika dan Eka Mariyani pasangan suami istri (pasutri) anggota Satlantas Polres Blora ini memasuki masa genting dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Semarang. Sidang berikutnya, dua terdakwa ini memasuki tahap pembacaan amar tuntutan.

 

Kemarin (4/7) sidang agenda pemeriksaan terdakwa atas dugaan penyelewengan uang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Samsat Blora ini. “Saat persidangan pemeriksaan terdakwa, Etana Fany mengakui jika uang Rp 3 miliar digunakan mencari laba,” tutur Karyono salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksan Negeri (Kejari) Blora kemarin (4/7).

 

Karyono menjelaskan, uang digunakan investasi di jasa keuangan PayPall, Etana Fany mendapatkan keuntungan sekitar Rp 125 juta. Uang dibelikan mobil pribadi. Dan memastikan tidak ada tersangka baru hingga proses pemeriksaan terdakwa.

Baca Juga :  Miris, Masih Adakah Ruang Aman bagi Anak dan Perempuan? di Bojonegoro
- Advertisement -

 

“Mobil sudah disita dijadikan barang bukti, nanti mobil akan dilelang,” jelasnya.

 

Sebelumnya, sidang menghadirkan saksi-saksi dari berita acara pemeriksaan yang dihadirkan tim JPU. Menurut Karyono, terdakwa tidak menghadirkan saksi meringankan (a decharge) dalam dalam proses persidangan. “Mungkin yang meringankan ada saksi adiknya membantu mengembalikan uang, menjualkan rumah milik terdakwa,” tuturnya.

 

Tentu, sisa uang belum dikembalikan akan berpengaruh pada tuntutan. Karyono menjelaskan, jika tidak dapat melunasi kekurangan pengembalian uang negara usai sidang, tentu akan dikalkulasikan menjadi hukuman. Namun, pihaknya belum mengetahui jumlah kalkulasi hukuman kepada terdakwa.

 

Sementara itu, sidang pemeriksaan dua terdakwa dilakukan secara virtual di kejari. Terdakwa didampingi penasihat hukum. Menurut Karyono, penasihat hukum terdakwa saat persidangan hanya menanyakan pengembalian uang Rp 1,4 miliar.

Baca Juga :  Dua Terdakwa Bayar Denda Rp 964 Juta

 

Prasetyo penasihat hukum terdakwa ditunjuk majelis hakim PN Tipikor Semarang saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait pemeriksaan terdakwa. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Etana Fany Jatmika dan Eka Mariyani pasangan suami istri (pasutri) anggota Satlantas Polres Blora ini memasuki masa genting dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Semarang. Sidang berikutnya, dua terdakwa ini memasuki tahap pembacaan amar tuntutan.

 

Kemarin (4/7) sidang agenda pemeriksaan terdakwa atas dugaan penyelewengan uang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Samsat Blora ini. “Saat persidangan pemeriksaan terdakwa, Etana Fany mengakui jika uang Rp 3 miliar digunakan mencari laba,” tutur Karyono salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksan Negeri (Kejari) Blora kemarin (4/7).

 

Karyono menjelaskan, uang digunakan investasi di jasa keuangan PayPall, Etana Fany mendapatkan keuntungan sekitar Rp 125 juta. Uang dibelikan mobil pribadi. Dan memastikan tidak ada tersangka baru hingga proses pemeriksaan terdakwa.

Baca Juga :  Masih Kesulitan Akses Transportasi Menuju Bandara
- Advertisement -

 

“Mobil sudah disita dijadikan barang bukti, nanti mobil akan dilelang,” jelasnya.

 

Sebelumnya, sidang menghadirkan saksi-saksi dari berita acara pemeriksaan yang dihadirkan tim JPU. Menurut Karyono, terdakwa tidak menghadirkan saksi meringankan (a decharge) dalam dalam proses persidangan. “Mungkin yang meringankan ada saksi adiknya membantu mengembalikan uang, menjualkan rumah milik terdakwa,” tuturnya.

 

Tentu, sisa uang belum dikembalikan akan berpengaruh pada tuntutan. Karyono menjelaskan, jika tidak dapat melunasi kekurangan pengembalian uang negara usai sidang, tentu akan dikalkulasikan menjadi hukuman. Namun, pihaknya belum mengetahui jumlah kalkulasi hukuman kepada terdakwa.

 

Sementara itu, sidang pemeriksaan dua terdakwa dilakukan secara virtual di kejari. Terdakwa didampingi penasihat hukum. Menurut Karyono, penasihat hukum terdakwa saat persidangan hanya menanyakan pengembalian uang Rp 1,4 miliar.

Baca Juga :  Antisipasi Padam Ketika Musim Hujan, Lampu LED Menjadi Pilihan

 

Prasetyo penasihat hukum terdakwa ditunjuk majelis hakim PN Tipikor Semarang saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait pemeriksaan terdakwa. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/