Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Patah Hati, Keroyok Pemuda Perebut Idola

04 November 2021, 11: 12: 10 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Patah Hati, Keroyok Pemuda Perebut Idola

DIPERIKSA: Keempat pelaku saat meringkuk di ruang resmob Satreskrim Polres Tuban kemarin (3/11). (YUDHA SATRIA ADITAMA/RDR.TBN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - M. Lubaibil Asror, 27, baru keluar dari penjara setahun lalu. Belakangan, residivis kasus pencurian dengan kekerasan ini jatuh cinta dengan seorang gadis berinisial NI, 19, yang dikenal dari Facebook.
Belakangan, diketahui gadis ini sudah memiliki pacar berinisial DCP. Patah hati, Asror menyusun rencana jahat untuk menganiaya DCP. Untuk menjalankan rencananya, Warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko ini kemudian mengajak Bagas Adi, Edi Susandi, Ahmad Sulkan, ketiganya warga Soko. Eksekusi pun dijalankan ketika DCP dan NI berboncengan motor dan melintasi jalan desa yang sepi.
Keempat pelaku mulanya menghentikan keduanya. Begitu berhenti, mereka langsung menganiaya DCP hingga mengalami luka memar dan bengkak di kedua mata. Juga luka di pelipis kiri, bawah mata kanan, hidung, dan bibir atas. Tak hanya itu. Salah satu pelaku juga menarik paksa tas korban hingga talinya putus. Setelah tas berpindah tangan, pelaku mengambil handphone dan barang berharga lainnya senilai Rp 4 juta. Setelah menganiaya dan merampas harta korbannya, para pelaku kabur.
Kapolres Tuban AKBP Darman menjelaskan, kasus tersebut terungkap berkat keterangan NI yang mengenal Asror. Dari keterangan saksi, polisi mengamankan Asror di kamar kosnya di Desa/Kecamatan Rengel. ''Motif penganiayaan diduga karena cemburu. Begitu ada kesempatan merampas harta korban,'' ungkap Darman.
Lulusan Akpol 2000 ini mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni, 365 ayat 1 dan ayat 2 ke-1e KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 ke-1 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukumannya, pidana penjara 12 tahun. ''Otak penganiayaan ini residivis kasus yang sama dan baru bebas sekitar satu tahun lalu,'' ujar kapolres.

Baca juga: Bekuk Lima Tersangka Pencurian di Masjid

(bj/yud/cup/ds/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia