alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Kasus Investasi Bodong di Lamongan

Bukti Aset Tiga Tersangka Belum Dilampirkan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Berkas perkara tiga tersangka investasi bodong tak kunjung lengkap. Selain belum ada surat keterangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset yang dilaporkan milik tiga tersangka tidak dilengkapi bukti kepemilikan.

 

Tersangka itu, Samudra Zahrotul Bilad, 21, owner investasi abal-abal asal Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Kemudian, dua reseller, Arum Rahmawati, 23, warga Desa Karang, Kecamatan Sekaran; dan Faradiba Noer Laila, 24, asal Kelurahan Sukorejo, Lamongan.

 

‘’Untuk berkas perkara kini masih ada tambahan lagi setelah JPU bersama penyidik melakukan diskusi,’’ kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Agung Rokhianwan.

Menurut dia, beberapa aset milik ketiga tersangka harus dibuktikan benar – benar milik mereka. Seperti mobil. Karena pembelian sudah lunas, harus disertakan BPKB. Juga tanah, harus disertakan bukti sertifikatnya.

Baca Juga :  Korban Penganiayaan Dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan

 

‘’Jadi semua surat tersebut harus dilampirkan di berkas untuk sidang nanti,’’ tuturnya.

 

Agung berharap semua surat tersebut sudah lengkap minggu depan. ‘’Sebelum P21, pastinya berkas akan dilakukan penelitian lagi. Jangan sampai ada kekurangan waktu sidang,’’ kata Agung. (mal/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Berkas perkara tiga tersangka investasi bodong tak kunjung lengkap. Selain belum ada surat keterangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset yang dilaporkan milik tiga tersangka tidak dilengkapi bukti kepemilikan.

 

Tersangka itu, Samudra Zahrotul Bilad, 21, owner investasi abal-abal asal Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Kemudian, dua reseller, Arum Rahmawati, 23, warga Desa Karang, Kecamatan Sekaran; dan Faradiba Noer Laila, 24, asal Kelurahan Sukorejo, Lamongan.

 

‘’Untuk berkas perkara kini masih ada tambahan lagi setelah JPU bersama penyidik melakukan diskusi,’’ kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Agung Rokhianwan.

Menurut dia, beberapa aset milik ketiga tersangka harus dibuktikan benar – benar milik mereka. Seperti mobil. Karena pembelian sudah lunas, harus disertakan BPKB. Juga tanah, harus disertakan bukti sertifikatnya.

Baca Juga :  Lagi, Saksi Mengaku Diancam Jaksa di Bojonegoro

 

‘’Jadi semua surat tersebut harus dilampirkan di berkas untuk sidang nanti,’’ tuturnya.

 

Agung berharap semua surat tersebut sudah lengkap minggu depan. ‘’Sebelum P21, pastinya berkas akan dilakukan penelitian lagi. Jangan sampai ada kekurangan waktu sidang,’’ kata Agung. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/