Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Dugaan Pungli BOP TPQ Diserahkan Jaksa Penuntut

03 Desember 2021, 14: 28: 35 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Tersangka Dugaan Pungli BOP TPQ Diserahkan Jaksa Penuntut

LENGKAPI BERKAS: Shodikin didampingi penasihat hukum menjalani pemeriksaan tahap dua. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Shodikin tersangka dugaan pungutan liar (pungli) bantuan operasional pendidikan (BOP) taman pendidikan Alquran (TPQ) diserahkan ke tim jaksa penuntut. Shodikin didampingi Pinto Utomo penasihat hukumnya saat menjalani pemeriksaan.
Penyerahan tersangka dan barang bukti ini setelah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) sudah lengkap. “Berkas BAP tersangka Shodikin sudah dinyatakan lengkap atau P-21 sejak minggu lalu. Kalau tahap duanya Selasa (30/11),” tutur Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Adi Wibowo.
Adi menerangkan, tersangka kembali ditahan selama 20 hari ke depan pada tahap dua. Jaksa penuntut umum (JPU) yang ditunjuk Tarjono dan juga dibantu jaksa-jaksa di seksi pidsus mulai menyusun rencana dakwaan. Selanjutnya, berkas perkara sesegera mungkin dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya untuk disidangkan.
“Secepatnya berkas perkara akan dikirim ke PN Tipikor Surabaya,” kata Adi.
Sementara itu, Shodikin ditetapkan tersangka oleh kejari pada 29 Oktober lalu. Dugaan korupsi dilakukan tersangka berupa pungutan liar (pungli) pada dana BOP TPQ pandemi Covid-19. Kejari melakukan penyidikan kasus tersebut sejak 5 Maret lalu. Tersangka merupakan Ketua Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Bojonegoro.
Berdasar hasil audit dan penghitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, ditemukan total kerugian negara sebesar Rp 1,007 miliar. Namun, selama penyidikan sudah ada pengembalian uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 384,8 juta.
Tersangka dijerat pasal 2 dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup.

Baca juga: Jalani Sidang Pertama, Rozi Ajukan Eksepsi

(bj/gas/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia