alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Kapolres Dalami Jumlah Korban

MUI Kecam Investasi Bodong di Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ramainya kasus investasi bodong yang merugikan ratusan korban menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro. Diperlukan literasi investasi. Dan masyarakat jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan dari arisan dan investasi online.

 

Sebaliknya, MUI meminta masyarakat kroscek akad atau kejelasan dalam investasi. Sebab, investasi dengan iming-iming rentan dengan ketidakjelasan berujung praktik penipuan. Kecaman ini setelah praktik investasi bodong menimpa ratusan warga Bojonegoro. Pelaku Egga Ayu (EA) kabur.

 

Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda mengatakan, investasi bersifat online rentan praktik penipuan, akibat tidak adanya kejelasan. “Kami sudah menyampaikan sikap jika itu (investasi online) tidak boleh,” katanya kemarin (1/4).

Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Bojonegoro Kian Mengancam

 

Gus Huda sapaan akrabnya meminta masyarakat menghindari investasi yang tidak jelas. Selain itu berhati-hati dengan iklan atau promosi tentang investasi online dengan iming-iming besar. Karena kebanyakan berakhir dengan kebohongan.

 

“Tidak tahu pemiliknya (arisan dan investasi),” ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid itu juga menyoroti berkembangnya prostitusi online yang marak. Terdapat banyak penawaran prostitusi melalui media sosial. “Kami akan berdiskusi dengan kepolisian,” jelasnya.

 

Gus Huda mengaku prostitusi online ini perlu mendapat perhatian karena menjadi penyakit masyarakat. Terlebih untuk mengakses mudah. Sehingga harus dilakukan penanganan.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, penyelidikan arisan dan investasi dengan pelaku Egga Ayu masih proses penyelidikan. Sebab, perlu pendalaman, terlebih menyangkut ekonomi.

Baca Juga :  Sulitnya Melukis di Atas Puding

 

Pendalaman ini, menurut Kapolres, terkait jumlah korban, termasuk total kerugian. Nantinya, dilanjutkan pihak-pihak siapa yang menjadi tersangka. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ramainya kasus investasi bodong yang merugikan ratusan korban menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro. Diperlukan literasi investasi. Dan masyarakat jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan dari arisan dan investasi online.

 

Sebaliknya, MUI meminta masyarakat kroscek akad atau kejelasan dalam investasi. Sebab, investasi dengan iming-iming rentan dengan ketidakjelasan berujung praktik penipuan. Kecaman ini setelah praktik investasi bodong menimpa ratusan warga Bojonegoro. Pelaku Egga Ayu (EA) kabur.

 

Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda mengatakan, investasi bersifat online rentan praktik penipuan, akibat tidak adanya kejelasan. “Kami sudah menyampaikan sikap jika itu (investasi online) tidak boleh,” katanya kemarin (1/4).

Baca Juga :  Kasus Dana Desa Segera Disidangkan

 

Gus Huda sapaan akrabnya meminta masyarakat menghindari investasi yang tidak jelas. Selain itu berhati-hati dengan iklan atau promosi tentang investasi online dengan iming-iming besar. Karena kebanyakan berakhir dengan kebohongan.

 

“Tidak tahu pemiliknya (arisan dan investasi),” ujarnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid itu juga menyoroti berkembangnya prostitusi online yang marak. Terdapat banyak penawaran prostitusi melalui media sosial. “Kami akan berdiskusi dengan kepolisian,” jelasnya.

 

Gus Huda mengaku prostitusi online ini perlu mendapat perhatian karena menjadi penyakit masyarakat. Terlebih untuk mengakses mudah. Sehingga harus dilakukan penanganan.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, penyelidikan arisan dan investasi dengan pelaku Egga Ayu masih proses penyelidikan. Sebab, perlu pendalaman, terlebih menyangkut ekonomi.

Baca Juga :  Tagih Kinerja DPRD Tuntaskan Perda

 

Pendalaman ini, menurut Kapolres, terkait jumlah korban, termasuk total kerugian. Nantinya, dilanjutkan pihak-pihak siapa yang menjadi tersangka. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/