Berawal dari mengikuti kompetisi fashion show ketika duduk di bangku TK. Luthfi Yus Anisa kini fokus menekuni dunia modeling dan bertekad menjadi inspirasi bagi orang lain.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
BUSANA, catwalk, dan kamera sudah menjadi bagian penting dari keseharian Lufhfi Yus Anisa. Sebagai model Luthfi sudah hampir 13 tahun menekuni dunia peraga busana tersebut.
Perjalanan siswi SMAN 1 Bojonegoro tersebut sebagai model berawal dari mengikuti kompetisi fashion show di jenjang TK. Pada kompetisi tersebut semua kebutuhan telah disiapkan guru. Sehingga hanya mempersiapkan fisik dan mental.
‘’Sejak usia 5 tahun,” ungkap model asal Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Hasilnya juara pertama pada kompetisi fashion show daur ulang tersebut membuat Luthfi ketagihan mengikuti lomba serupa. Bahkan hingga kini masih terus mengikuti berbagai lomba modeling
‘’Setiap ada lomba modeling selalu ikut, walau tak selalu menang,” jelas siswi berusia 18 tahun itu.
Luthfi merasakan kenyamanan ketika memperagakan busana. Terlebih semua dilakukan tanpa paksaan. Juga mendapat dukungan penuh dari orang di sekitar, terutama orang tua.
‘’Setiap ikut lomba nyaman,” terang peraih Top Model Jawa Timur 2023 itu.
Melalui dunia modeling Lufhfi mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Juga bisa memperluas relasi dengan teman-teman baru yang memiliki ketertarikan di dunia modeling. Sehingga bisa menjadi sarana untuk berkembang lebih baik.
Bahkan Luthfi mendapatkan beasiswa ke Cina untuk menempuh pendidikan S-1 dan S-2. Tentu menjadi prestasi yang membanggakan.
Luthfi ingin terus mengembangkan diri di dunia modeling. Juga membuat orang sekitarnya bangga dengan berbagai pencapaiannya. Bahkan bercita-cita bisa memberikan dampak positif ke generasi muda di Bojonegoro.
‘’Ingin jadi role model yang layak untuk menginspirasi,” jelas model kelahiran Bekasi itu.
Luthfi merasa banyak generasi muda saat ini terjebak dalam zona nyaman. Sehingga Young Entrepreneurs Bojonegoro 2024 itu ingin membantu dan menjadi contoh bagi mereka untuk menemukan passion dan jati diri. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana