Berdasar arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, badai puyuh juga menerjang Bojonegoro. Bencana alam yang terjadi Sabtu, 8 November 2003 itu meratakan sembilan rumah di lima desa di Kecamatan Kanor. Ratusan rumah lainnya rusak. Selain itu, puluhan hektare tanaman rusak dan ratusan pohon tumbang.
Pantauan tim Radar saat itu di lapangan menyebutkan, di sepanjang perjalanan mulai dari Desa Kanor, pohon-pohon di pinggir jalan sudah terlihat tumbang. Ratusan hektare tanaman pertanian dari jagung, kedelai, dan padi terlihat ambruk. Kerusakan paling parah dialami Desa Gedongarum. Tiga rumah warga, yakni milik Kantun, 45; Usun, 56; dan Kadam, 50, rata dengan tanah.
Juga, sebuah bangunan tempat parkir di MI Darul Huda desa setempat ikut roboh. Sedangkan, puluhan rumah lainnya terlihat rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Sementara itu, di Desa Kedungprimpren, dua rumah warga setempat rata dengan tanah adalah milik Syarif, 45, dan Suntari, 68. Puluhan rumah warga lainnya juga rusak.
Sedangkan, di Desa Bakung, rumah milik Kusen, 35, dan Desa Kanor milik Didin, 30, dan Partono, 30, serta Dulrosyid, 45 dari Desa Sumberwangi juga rata dengan tanah. Meski melumat sembilan rumah warga, tak merenggut koban jiwa. Begitu mendengar angin bergemuruh sekitar pukul 16.00, warga langsung berhamburan ke luar rumah.
"Kami tak bisa berbuat apa-apa selain berlindung. Kami hanya menyaksikan rumah kami diputar angin, sampai tak ada satupun barang yang bisa kami selamatkan," ujar Kastun, salah seorang warga Desa Gedongarum.
Menurut para warga, Sabtu itu adalah angin puyuh terbesar dalam beberapa tahun. Sebelumnya, paling banter hanya merusak beberapa bagian rumah. Mendengar adanya bencana alam itu, Camat Kanor Bambang Suharno didampingi Ketua DPC PKB Bojonegoro Abdul Wahid serta pengurus Garda Bangsa dan Ansor langsung meninjau ke lokasi.
Bambang menyatakan, untuk membantu warganya yang kesusahan. Pihaknya akan memberikan bantuan 2 ton beras. "Kalau untuk biaya pembangunan rumah, akan kami koordinasikan dengan bupati," katanya.
Sementara itu, atas nama keluarga besar PKB, Wahid mengucapkan rasa kesedihan men-dalam atas bencana tersebut. Dia menyatakan, partainya akan memberikan bantuan antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta bagi korban yang rumahnya rata dengan tanah.
Selain itu, seluruh korban yang rumah atau tanamannya rusak, juga akan mendapat bantuan. "Kami akan kordinasi dulu dengan pengurus PKB setempat. Dalam dua sampai tiga hari nanti bantuan akan kami berikan. Nilai seluruhnya sekitar Rp 10 juta," katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana