Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Ketika Warga Blora Protes Proyek Pertamina Akibat Polusi Suara pada 2005 Silam

Y
DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO
DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO

Advertisement

 

Sebagian warga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung memprotes proyek PT Pertamina di desanya pada 21 tahun lalu, tepatnya 19 Maret 2005. Sebab, proyek mulai dikerjakan sekitar tiga bulan sebelumnya itu dianggap mengganggu.


Advertisement

Menurut sejumlah warga, proyek menimbulkan kebisingan. Bahkan, ratusan warga sempat mendatangi lokasi proyek dan mendesak Pertamina memberi kompensasi atas gangguan ditimbulkan. Warga menolak proyek diteruskan jika tak mau beri kompensasi. Ketegangan pun terjadi.

Sebenarnya, saat awal pengerjaan proyek warga sudah merasa terganggu aktivitas proyek pencarian gas tersebut. Namun, beberapa hari terakhir saat itu warga mulai tidak tahan dengan kebisingan ditimbulkan.

Diduga, pencarian gas itu berhasil.Sebab, mėnurut sejumlah warga, Pertamina sudah pernah melakukan percobaan pengeluaran gas.

Advertisement

Camat Randublatung Slamet Effendy membenarkan adanya protes warga. Dia telah berusaha meredam warga agar tidak berbuat anarkis. Menurut dia, proyek yang diportes itu sudah lama dikerjakan dan Pertamina sudah menyosialisasikannya. '’’Warga memang sempat mendatangi lokasi proyek,’’ katanya.

Selain sosialisasi, kata Effendy, Pertamina juga sudah menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Contohnya, kata dia, Pertamina telah memberi bantuan untuk pembangunan masjid dan gorong-gorong desa.

Karena itu, lanjut dia, Muspika berusaha mempertemukan kedua belah pihak. Pertemuan ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan yang tidak saling memberatkan. ‘’Sabtu besok (19/3, Red) akan digelar syukuran sekaligus pertemuan Pertamina dan warga,’’ katanya.

Sementara itu, Humas PT Pertamina Daerah Operasi Hulu (DOH) Jawa Bagian Timur (Jabati) Cepu Bambang Sucipto mengaku, tak mengetahui banyak soal kejadian di Temulus. Sebab, proyek ditangani langsung Pertamina pusat.

Hanya, dia tahu bahwa proyek itu untuk mencari gas. Apakah berhasil atau tidak, dia juga tidak tahu. Sebab, untuk mengetahui keberhasilan proyek itu dibutuhkan uji coba.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LPG Melon di KDKMP Rp 16 Ribu, Pangkalan Rp 18 Ribu, Pertamina: Pangkalan Tak Perlu Khawatir

LPG Melon di KDKMP Rp 16 Ribu, Pangkalan Rp 18 Ribu, Pertamina: Pangkalan Tak Perlu Khawatir

Pjs Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Risky Diba Avrita menjelaskan, HET merupakan batas maksimal harga jual yang ditetapkan pemerintah daerah. Bukan patokan harga yang wajib dit

BPBD Belum Simpulkan Penyebab Dentuman di Gunung Pandan, Warga Sebut Ledakan Berlangsung Tiga kali

BPBD Belum Simpulkan Penyebab Dentuman di Gunung Pandan, Warga Sebut Ledakan Berlangsung Tiga kali

Pertamina dan SKK Migas sedang melaksanakan survei seismik darat 2D di Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. 

Pertamina Berhasil Meraih JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 Kategori Komunikasi Keberlanjutan

Pertamina Berhasil Meraih JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 Kategori Komunikasi Keberlanjutan

JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan, institusi, dan organisasi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi digital serta tata kelola yang adaptif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer