Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Ketika Harga Gabah di Bojonegoro Jeblok Hingga Rp 850 Per Kilogram pada 2004 Silam

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
HARGA ANJLOK: Sejak 2004 silam, harga gabah saat panen raya selalu anjlok. Memasuki panen raya 2026 harus ada antisipasi anjloknya harga,
HARGA ANJLOK: Sejak 2004 silam, harga gabah saat panen raya selalu anjlok. Memasuki panen raya 2026 harus ada antisipasi anjloknya harga,

 


Advertisement

Pada Februari 2004 harga gabah kering sawah (GKS) jeblok hingga menyentuh Rp 850 hingga Rp 900 per kg. Padahal tahun sebelumnya, atau 2003 harga GKS mencapai Rp 1.000 per kg.

Kondisi di 2004 tersebut membuat petani kelimpungan. Terlebih harga pupuk kala itu mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 55 ribu menjadi 69 ribu per sak isi 50 kg.


Suwoto petani di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo mengatakan, harga gabah hanya Rp 900 per kg untuk GKS di areal persawahan tepi jalan beraspal. Sedangkan harga di jalur makadam jauh lebih buruk, hanya Rp 850 per kg.

‘’Kalau di jalan makadam, butuh biaya transportasi lebih banyak,” ujarnya kala itu.

Advertisement

Suwoto mengaku harga GKS di 2004 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2003 di bulan yang sama harga GKS masih mencapai Rp 1.000 per kg. Padahal harga pupuk urea naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 69 ribu per sak.

Sementara itu, harga dasar penetapan pemerintah kala itu untuk GKS Rp 1.230 per kg. Sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp 1.725 per kg. Sehingga terdapat selisih harga cukup jauh dengan di lapangan.

Wakijan warga Kecamatan Kepohbaru mengatakan harga GKS di daerahnya beberapa pekan sebelumnya mancapai Rp 1.000 per kg. Namun tetiba turun drastis menjadi Rp 900 per kg.

Advertisement

‘’Harga tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani,” ujarnya kala itu.

Menurut Wakijan dengan harga tersebut, uang hasil penjualan gabah baru diterima petani pada lima hingga enam hari kemudian. Terlebih gabah itu harus ditimbun terlebih dulu hingga dibeli Bulog. (irv/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mendorong Lamongan Naik Kelas, Dari Lumbung Padi Menuju Lumbung Kesejahteraan Petani

Mendorong Lamongan Naik Kelas, Dari Lumbung Padi Menuju Lumbung Kesejahteraan Petani

Kabupaten Lamongan kembali mengukuhkan diri sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur. Prestasi tersebut bukan capaian biasa. Di tengah ancaman alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan naiknya biaya produksi pertanian,

Harga Gabah dan Jagung Melesat dalam Setahun: Gabah Dipatok Rp 7.400, Jagung Rp 5.300

Harga Gabah dan Jagung Melesat dalam Setahun: Gabah Dipatok Rp 7.400, Jagung Rp 5.300

Harga jagung dan gabah melonjak disbanding tahun lalu, harga jagung pipilan kering tingkat produsen pada Mei 2025 Rp 4.600. Naik menjadi Rp 5.300 pada Mei 2026. Kemudian gabah kering panen (GKP), lanjutnya, pada Mei 2025

Cerpen Radar Bojonegoro: Bonar oleh Athiful Khoiri

Cerpen Radar Bojonegoro: Bonar oleh Athiful Khoiri

PADA malam ketika listrik balai desa padam untuk ketiga kalinya, Bonar tetap berdiri di depan layar putih yang menggantung miring.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer