Peringati Hari Pahlawan, IWAPI-Bakesbangpol Bojonegoro Gelar Napak Tilas Keliling Kota

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagai salah satu daerah yang memiliki catatan sejarah perlawanan terhadap penjajahan, masyarakat Bojonegoro tentu tidak ingin ketinggalan semarak hari pahlawan. Terlebih Bojonegoro juga memiliki sosok pahlawan di era penjajahan Belanda, baik tokoh individu seperti Lettu Suyitno, maupun kelompok kolektif seperti Tentara Genie Pelajar (TGP) yang berbasis di Banjarejo.
Untuk mengenang jasa para pahlawan, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro menggelar napak tilas bersama dengan komunitas sepeda unta, komunitas Jeep Willys serta berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berkeliling area Kota Bojonegoro pada Sabtu pagi (9/11). Bersama-sama, rombongan yang terdiri dari sekitar seratus peserta tersebut berkeliling kota sambil mengunjungi titik-titik sejarah yang ada di Kota Ledre.
Mulai dari Taman Makam Pahlawan Bojonegoro, rombongan bersepeda dan menaiki mobil berkunjung ke Tugu TGP dan Benteng Pengawasan Sungai Kaliketek di Kelurahan Banjarejo, kemudian kembali ke Alun-Alun Bojonegoro melalui Tugu Tentara Republik Indonesia Pelajar di barat laut Alun-Alun. Kemudian, puncak acara diselenggarakan di patung Lettu Suyitno, yang terletak di dalam Alun-Alun Bojonegoro.
Di patung Lettu Suyitno, berbagai lagu kebangsaan dilantunkan, serta dibacakan pula puisi mengenang jasa pahlawan, serta kisah perjuangan Lettu Suyitno saat gugur melawan pertahanan Belanda di Banjarejo. Menurut Ketua IWAPI Bojonegoro, Arva Ariyanti, kegiatan dilakukan untuk menggugah kembali semangat kepahlawanan kepada Masyarakat Bojonegoro.
“Kami mengemas peringatan Hari Pahlawan dengan cara napak tilas, mulai tabur bunga di Makam Pahlawan, kemudian melihat jejak-jejak pahlawan kita. Jadi kami meilhat tugu TGP dan meilhat monumen di Kaliketek untuk mengenang perjuangan pahlawan, termasuk Lettu Suyitno, agar dapat mengingat jasa-jasa pahlawan,” jelas Arva.
Arva melanjutkan, semangat kepahlawanan tersebut dapat dituangkan dalam perjuangan masyarakat modern dengan berbagai cara.
“Kalau dulu pejuang mungkin harus berdarah-darah, namun kini kita dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dengan mengisi waktu melalui karya, pemberdayaan wanita, serta bersosial dengan masyarakat,” ungkapnya.

IWAPI Bojonegoro juga sengaja mengajak berbagai komunitas dan LSM untuk meramaikan napak tilas.
“Memang kita ingin konvoi, kalau hanya kami saja tidak cukup. Sehingga kami mengajak berbagai komunitas untuk turut serta merayakan Hari Pahlawan,” lanjutnya.
Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Mahmudi menyambut baik inisiatif IWAPI Bojonegoro untuk merayakan Hari Pahlawan.
“Hari Pahlawan baiknya tidak hanya sekedar melaksanakan upacara saja, namun juga mengenalkan pada masyarakat jasa-jasa pahlawan kita,” ujarnya.
“Karena itu, kami mengadakan roadshow di berbagai titik monumen pahlawan, serta rumah singgah Soekarno. Saya rasa bagus, karena dapat mengenalkan kepada publik serta membangkitkan semangat kepahlawanan secara umum dan lebih dekat ke masyarakat,” lanjut Mahmudi.
Mahmudi berharap peringatan Hari Pahlawan tidak hanya sekedar formalitas belaka, namun juga memiliki makna dan meningkatkan jiwa kebangsaan.
“Tidak hanya sekedar upacara dan tabur bunga, namun juga bagaimana kita bangga dengan Bojonegoro, Jawa Timur dan Indonesia, serta meningkatkan jiwa bangga pahlawan dan cinta tanah air agar tertanam dalam generasi muda,” ujarnya. (edo/cho)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




