RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dunia hiburan, terutama bidang sinema dan komedi berduka pada Sabtu pagi (29/11). Salah satu aktor kawakan Indonesia, Gary Iskak berpulang ke hadapan Ilahi setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Suyoto, Jakarta Selatan.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Mohamad Gary Iskak bin Irwan Santoso Iskak. Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum," bunyi pesan resmi dari pihak keluarga Gary, sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Diketahui, sebelumnya pada Sabtu dinihari, Gary mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. “Sekitar jam setengah satu masuk informasi itu kalau Bang Gary kecelakaan motor," jelas musisi komedi dan kawan Gary, Ade Jigo.
Berhubung mayoritas kawan-kawan dan rekan kerja baru mengetahui kondisi Gary setelah kecelakaan, banyak yang mengira tadinya kecelakaan Gary merupakan bagian dari syuting. Kebetulan, hingga akhir hayatnya Gary masih terlibat dalam beberapa proyek film.
“Banyak yang mengira kalau itu lagi syuting," tambah Ade.
Hingga akhir hayat, Gary terhitung telah berkecimpung di dunia akting dan sinema kurang lebihs eperempat abad, sejak pergantian milenium pada tahun 2000 silam. Gary mengawali karir di layar perak dalam film ‘Bintang Jatuh’ pada tahun tersebut, sementara setahun setelahnya, dirinya mengawali karir sinetron melalui serial ‘Opera SMU’.
Setelah kurang lebih lima tahun berperan sebagai berbagai karakter pendukung, namanya mulai melejit di tengah era 2000-an. Di dunia film, dirinya melambung tinggi berkat perannya di film ‘Jatuh Cinta Lagi’, ‘D’Bijis’, ‘Merah Itu Cinta’ dan ‘Pocong 3’, sementara di disiplin sinetron dirinya menikmati peran utama dalam serial ‘Aku Bukan Aku’, ‘Hidayah’ dan ‘Putri’. Semua karya tersebut diproduksi pada tahun 2006 dan 2007.
Sayangnya di setengah akhir tahun 2007, Gary terpaksa mendekam di tahanan akibat tersandung dalam kasus narkoba. Namun setelah bebas dari penjara setahun kemudian, dirinya kembali beraksi dalam berbagai proyek film dan sinetron pada awal 2010an, plus berbagai FTV di akhir era tersebut.
Diketahui, sebelum berpulang ke rahmatullah, Gary juga terlibat dalam reuni D’Bijis, termasuk dengan lawan mainnya, Tora Sudiro dalam serial web berjudul ‘Generasi D’Bijis’. Selain itu, setidaknya masih ada beberapa proyek yang masih melibatkan Gary yang belum terselesaikan hingga saat ini. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana