RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Insan musik Indonesia, terutama dangdut klasik dilanda berita duka pada Minggu siang (13/7). Salah satu penyanyi ternama genre tersebut, Yunita Ababiel meninggal dunia.
Kabar tersebut disampaikan oleh legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama. “Inna lillahi wa Inna ilaihi roji'un, telah berpulang ke Rahmatullah, salah seorang Insan Dangdut tanah air Yunita Ababiel,” tulis Rhoma di media sosial pribadinya.
Menurut pihak keluarga Yunita melalui media sosial pribadinya, almarhumah Yunita berpulang ke rahmatullah pada Minggu dinihari di kediamannya di Depok. "Telah berpulang ibu kami tercinta Hj. Yuyun Sri Wahyuni. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," bunyi pernyataan resmi keluarga.
Tidak disebutkan penyebab penyanyi bernama asli Yuyun Sri Wahyuni tersebut meninggal dunia. Namun diketahui, Yunita sempat jatuh sakit dan menjalani operasi.
Menurut komposer dangdut Adibal Sahrul, Yunita diketahui sempat menderita kanker payudara pada April lalu. Selain itu, ditemukan tumor di batang otak penyanyi tersebut.
“Saat ini Bunda Yunita Ababiel sedang terkena penyakit kanker payudara dan juga tumor batang otak. Saya mengajak semua pencinta musik dangdut, yuk sama-sama berdonasi untuk membantu meringankan penyembuhan Yunita,” ujar Sahrul pada 23 April lalu di media sosial pribadinya.
Semasa hidup, Yunita berkarir di bidang tarik suara genre pop, dangdut dan qosidah. Setelah bakatnya ditemukan oleh komposer legendaris A. Riyanto, Yunita merilis total 12 album pop dengan nama panggung Jujun N., Yuyun Nabiel dan Yunita Irani.
Namun kemudian pada 1997 Yuyun memutuskan banting setir ke dunia dangdut, dan mengganti nama panggungnya menjadi Yunita Ababiel sebagaimana dikenal masyarakat. Pergantian ini sukses melambungkan namanya di dunia musik Indonesia melalui album “Pertengkaran” dan “Trauma”.
Meskipun telah mencapai puncak karir, Yunita tetap rajin berkarya hingga akhir hayatnya. Bahkan Yunita juga menyempatkan diri mengeksplor genre qosidah yang ditekuninya di era modern melalui label produksinya, Ababiel Production. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana