RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Palembang selalu dikenal sebagai kota yang penuh semangat kebersamaan, terlebih saat bulan Ramadan tiba. Tradisi berbagi makanan di momen buka puasa menjadi pemandangan yang biasa, tetapi siapa sangka, sebuah kejadian unik terjadi di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa (18/3/2025). Seorang konten kreator kuliner ternama, Willie Salim, menggelar acara masak besar untuk berbagi rendang dengan warga setempat. Namun, alih-alih sukses membagikan hidangan khas Minang itu, Willie justru harus menerima kenyataan bahwa 200 kilogram daging rendang yang ia masak raib dalam hitungan detik.
Peristiwa ini menjadi viral setelah Willie membagikan kronologinya melalui akun Instagram pribadinya, @willie27_, pada Kamis (20/3/2025). Video unggahannya memperlihatkan proses memasak yang berjalan normal hingga akhirnya berubah menjadi insiden tak terduga yang membuat banyak orang terheran-heran.
Awal Mula: Memasak Rendang dalam Wajan Besar
Dalam video yang diunggah, Willie terlihat memulai proses memasak rendang dengan penuh semangat. “Masak rendang sapi satu ekor,” ujarnya.
“Ayo kita tuang minyak dulu ya” tambah Willie saat menuangkan minyak ke dalam wajan besar. Bersama timnya, ia memasukkan berbagai bumbu dan daging ke dalam wajan raksasa, yang siap diolah menjadi hidangan lezat untuk berbuka bersama.
Segala proses berjalan lancar hingga tiba saatnya mengaduk rendang yang sudah mulai mengental. Namun, pada momen inilah kejadian tak terduga terjadi. Willie sempat berpamitan untuk ke toilet sebentar, meninggalkan rendang yang masih dalam proses pemasakan. Saat kembali, ia justru dikejutkan oleh kabar yang mengejutkan, daging rendang yang sedang dimasak itu hilang entah ke mana!
Lenyap dalam Sekejap: Warga Berebut Rendang yang Belum Matang
Willie tampak tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dalam video selanjutnya, seorang polisi yang sedang berjaga di lokasi mencoba menjelaskan situasi tersebut. Polisi itu mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah memperingatkan warga agar tidak berebut daging karena kondisi kompor masih panas. Namun, banyak orang yang tetap nekat mengambil rendang tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Sudah saya arahkan, orangnya enggak mau dengar. Ini panas belum masak, masih saja,” ujar polisi tersebut, mengisyaratkan bahwa peringatan yang ia berikan diabaikan oleh warga yang terlalu antusias. Beruntung, meskipun terjadi kericuhan kecil, tidak ada insiden berbahaya yang terjadi.
Namun, yang membuat peristiwa ini semakin mengejutkan adalah betapa cepatnya daging tersebut lenyap. “Tapi alhamdulillah, kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Lenyap seketika. Satu menit belum sampai. Ludes enggak tahu ke mana,” lanjut polisi tersebut.
Antusiasme yang Tak Terbendung: Berbagai Cara Warga Mengambil Rendang
Willie, yang masih kebingungan dengan kejadian tersebut, mencoba mencari tahu siapa yang mengambil daging dalam jumlah ratusan kilogram itu. Polisi yang berbicara dengannya memberikan gambaran tentang situasi yang terjadi.
“Ya jadi mereka mensyukuri apa yang diberi bang Willie,” ujar polisi tersebut, mencoba menenangkan Willie yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Dalam video itu juga terlihat kondisi wajan besar yang digunakan untuk memasak rendang kini hanya tersisa sedikit kuah berwarna coklat.
Willie, masih dengan ekspresi heran, kembali memastikan seberapa banyak daging yang hilang. “Ini banyak loh, Pak. Ratusan kilo loh. Penuh loh,” ujarnya. “Iya, hilang seketika,” jawab polisi itu.
Polisi kemudian menjelaskan bagaimana warga mengambil daging rendang yang masih panas dengan berbagai cara yang cukup mengejutkan. “Ada yang pakai kantong kresek, ada yang pakai ember, dan ada yang menggunakan gayung,” ungkapnya. Willie yang mendengar itu semakin terkejut dan menegaskan bahwa rendangnya belum matang. “Tapi belum mateng, Pak!” serunya.
Bukannya terkejut, polisi justru menganggap hal ini sebagai sesuatu yang luar biasa. “Inilah yang luar biasa,” katanya.
Willie Menerima dengan Lapang Dada
Sementara itu, seorang pria berbaju biru yang turut hadir di lokasi menyebut bahwa warga terlalu antusias dengan acara tersebut hingga membuat pihak kepolisian kewalahan menjaga ketertiban. Dengan segala yang sudah terjadi, Willie akhirnya hanya bisa menghela napas dan menerima kejadian tersebut sebagai bagian dari pengalaman uniknya selama menjadi konten kreator kuliner.
“Ya sudahlah,” ucapnya dengan nada pasrah.
Peristiwa ini menjadi pembelajaran bahwa euforia dalam berbagi kebahagiaan Ramadan bisa berjalan di luar dugaan. Meski kehilangan rendang dalam waktu singkat, Willie tetap mendapat pelajaran berharga tentang betapa besarnya antusiasme masyarakat dalam menikmati makanan khas yang ia bagikan. Bagaimanapun juga, inilah bukti bahwa makanan memang memiliki daya tarik luar biasa, bahkan hingga menghilang dalam hitungan detik! (nnd/mgg)
Editor : Hakam Alghivari