alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Impor Peranti dan Bumbu Langsung dari Negeri Gingseng

Senin pekan malam lalu, kondisi salah satu kafe di Jalan Letda Sucipto cukup ramai. Di antara kerumuman pemuda, ada sosok wanita mengenakan hanbok tampak ramah melayani pembeli.

Dia adalah Kamala Anggriani Putri, koki yang memasak makanan khas Korea, menu andalan kafe di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut.

Ketika didatangi wartawan koran ini, dia begitu supel menceritakan pengalamannya menjadi koki makanan Korea selama ini.

Ide awal membuat masakan Korea muncul dua tahun lalu. Pada awal 2015, Kamala yang gandrung nonton drama Korea tiba-tiba tergoda untuk masak makanan khas negara tersebut.

Saat itu, dia lihat serial reality show Running Man. Dalam tayangan tersebut, beberapa artis terlihat nikmat makan kimbab dan sejumlah makanan khas negeri belahan Asia Timur itu.

Sadar mempunyai skill memasak yang cukup mumpuni, anak kedua dari tiga bersaudara itu berselancar di internet untuk mengetahui bumbu dan cara memasak.

Ternyata cara membuat makanan Korea tidaklah sesulit yang dibayangkan. Setelah belanja di supermarket, Kamala mulai ”beraksi”.

Baca Juga :  Hunting Tak Selalu Outdoor

‘’Masakan Korea pertama saya gagal. Rasanya tidak enak di lidah,’’ kenang karyawan perusahaan semen di Tuban itu sambil terkekeh.

Untuk memasak satu resep saja, Kamala bereksperimen berulang kali selama satu minggu hingga dia benar-benar berhasil membuat masakan mirip aslinya.

Baik dari bentuk maupun rasa. Resep pertama yang sukses dimasaknya adalah kimbap, makanan dari nasi berisi telur dan sayur-sayuran yang dibungkus rumput laut.

‘’Untuk tester rasa biar mirip aslinya, saya minta tolong teman saya yang lama tinggal di Korea,’’ ungkap dia.

Setelah suskes buat satu makanan, lulusan S-1 ilmu komunikasi Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mencoba resep lainnya.

Kini, resep Korea yang sudah dia kuasai, antara lain, teopoki, bulgogi, ramyeon, dan kimchi.

Awalnya, dara yang tinggal di Perum Puri Indah ini membuat makanan untuk konsumsi pribadi, namun karena permintaan teman-teman kantornya tinggi, akhirnya muncul insiatif untuk berbisnis kuliner.

Baca Juga :  Gary Evan : Dipercaya Memotret untuk Seluruh Prosesi Kahiyang-Bobby

Kini, makanan buatan Kamala dipasarkan di jejaring sosial dan kafe-kafe. Dalam membuat makanan Korea, dara berjilab ini tidak ingin setengah-setengah.

Dia benar-benar totalitas dengan menggunakan alat saji seperti piring, mangkok, bulgogi set, panci, wajan, sumpit, hingga sendok asli impor dari negeri asalnya.

Berikut, juga bahan produksi yang digunakan. Agar nikmat dan menyerupai aslinya, bumbu tertentu dia datangkan dari Korea.

‘’Ada bumbu yang beli impor agar rasanya terjaga. Untuk alat saji full semua asli dari Korea,’’ tambahnya.

Agar kualitas terjamin, Kamala tidak membeli alat dan bahan makanan melalui situs online. Melainkan membelinya dengan cara titip temannya yang kuliah dan bekerja di Korea.

Temannya itulah yang mengirim langsung pesanan Kamala melalui jasa ekspedisi.

Jika pembeli ramai, Kamala rutin memasok bumbu tiap minggu dari negara yang terkenal dengan tren K-Pop itu.

‘’Beli langsung di Korea lebih murah dan kualitas lebih terjamin karena masih fresh,’’ tambah dia.

Senin pekan malam lalu, kondisi salah satu kafe di Jalan Letda Sucipto cukup ramai. Di antara kerumuman pemuda, ada sosok wanita mengenakan hanbok tampak ramah melayani pembeli.

Dia adalah Kamala Anggriani Putri, koki yang memasak makanan khas Korea, menu andalan kafe di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut.

Ketika didatangi wartawan koran ini, dia begitu supel menceritakan pengalamannya menjadi koki makanan Korea selama ini.

Ide awal membuat masakan Korea muncul dua tahun lalu. Pada awal 2015, Kamala yang gandrung nonton drama Korea tiba-tiba tergoda untuk masak makanan khas negara tersebut.

Saat itu, dia lihat serial reality show Running Man. Dalam tayangan tersebut, beberapa artis terlihat nikmat makan kimbab dan sejumlah makanan khas negeri belahan Asia Timur itu.

Sadar mempunyai skill memasak yang cukup mumpuni, anak kedua dari tiga bersaudara itu berselancar di internet untuk mengetahui bumbu dan cara memasak.

Ternyata cara membuat makanan Korea tidaklah sesulit yang dibayangkan. Setelah belanja di supermarket, Kamala mulai ”beraksi”.

Baca Juga :  Tanpa Generasi Penerus, Ampo Terancam Punah 

‘’Masakan Korea pertama saya gagal. Rasanya tidak enak di lidah,’’ kenang karyawan perusahaan semen di Tuban itu sambil terkekeh.

Untuk memasak satu resep saja, Kamala bereksperimen berulang kali selama satu minggu hingga dia benar-benar berhasil membuat masakan mirip aslinya.

Baik dari bentuk maupun rasa. Resep pertama yang sukses dimasaknya adalah kimbap, makanan dari nasi berisi telur dan sayur-sayuran yang dibungkus rumput laut.

‘’Untuk tester rasa biar mirip aslinya, saya minta tolong teman saya yang lama tinggal di Korea,’’ ungkap dia.

Setelah suskes buat satu makanan, lulusan S-1 ilmu komunikasi Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mencoba resep lainnya.

Kini, resep Korea yang sudah dia kuasai, antara lain, teopoki, bulgogi, ramyeon, dan kimchi.

Awalnya, dara yang tinggal di Perum Puri Indah ini membuat makanan untuk konsumsi pribadi, namun karena permintaan teman-teman kantornya tinggi, akhirnya muncul insiatif untuk berbisnis kuliner.

Baca Juga :  Demam Korea, Sampai Makananpun ini Jadi Incaran

Kini, makanan buatan Kamala dipasarkan di jejaring sosial dan kafe-kafe. Dalam membuat makanan Korea, dara berjilab ini tidak ingin setengah-setengah.

Dia benar-benar totalitas dengan menggunakan alat saji seperti piring, mangkok, bulgogi set, panci, wajan, sumpit, hingga sendok asli impor dari negeri asalnya.

Berikut, juga bahan produksi yang digunakan. Agar nikmat dan menyerupai aslinya, bumbu tertentu dia datangkan dari Korea.

‘’Ada bumbu yang beli impor agar rasanya terjaga. Untuk alat saji full semua asli dari Korea,’’ tambahnya.

Agar kualitas terjamin, Kamala tidak membeli alat dan bahan makanan melalui situs online. Melainkan membelinya dengan cara titip temannya yang kuliah dan bekerja di Korea.

Temannya itulah yang mengirim langsung pesanan Kamala melalui jasa ekspedisi.

Jika pembeli ramai, Kamala rutin memasok bumbu tiap minggu dari negara yang terkenal dengan tren K-Pop itu.

‘’Beli langsung di Korea lebih murah dan kualitas lebih terjamin karena masih fresh,’’ tambah dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/