RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kondisi Pasar Sido Makmur kian memprihatinkan. Sejumlah pedagang pakaian di pasar kebanggaan warga Blora tersebut mengeluhkan drastisnya penurunan daya beli masyarakat. Selain kalah bersaing dengan tren belanja online, penerapan sistem E-Parkir disebut-sebut menjadi bumerang yang membuat pengunjung enggan datang.
Azizah, salah satu pedagang pakaian di Blok B Pasar Sido Makmur mengaku sudah berjualan selama 30 tahun sejak pasar masih berada di Blora kota. Namun intensitas pengunjung semakin sepi selama pindah Tahun 2019.
‘’Pengunjung yang datang paling hanya satu atau dua orang saja, Mas. Sekarang kami kalah saing dengan orang-orang yang jualan live di TikTok," keluh Azizah dengan nada getir.
Azizah mengatakan, saat ini hanya bisa bertahan meski harus gali lubang tutup lubang. Selain itu, menurut dia, penerapan e-parkir juga memberikan pengaruh.
‘’Terkadang sekarang tidak laku, besoknya laku. Pengaruh e-parkir juga, pengunjung jadi males, apalagi saat keluarnya harus antre lama,’’ terangnya.
Ia mengatakan, seluruh pedagang pakaian di pasar ini mengalami penurunan omzet. Bahkan, lanjut dia, keluhan yang disampaikan oleh paguyuban pedagang belum direspon Pemkab Blora.
‘’Ya karena e-parkir sudah masuk pihak ke tiga, jadi kita terkena imbasnya saja,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pemkab Blora sudah menggerakkan ASN untuk belanja di Pasar Sido Makmur setiap seminggu sekali. Hal itu, diakuinya, tidak memberikan pengaruh.
‘’Penjual baju hanya buat simbolis, foto-foto aja, bahkan kita seperti dipermainkan,’’ ucapnya.
Senada, Abdul Mujib, penjual pakaian di Blok A Pasar Sido Makmur menilai, pendapatan saat ini jauh menurun dibandingkan saat masih berjualan di lokasi lama.
Bahkan, ia menyebut omzet di masa pandemi Covid-19 masih jauh lebih baik dibanding sekarang. ‘’Perharinya dapat Rp 1 juta sudah bagus, bahkan bagus saat corona (pandemi, red),’’ terangnya.
Menurutnya, adanya gerakan ASN berbelanja tidak berpengaruh bagi pedagang pakaian. Kebanyakan pembeli merupakan langganan lama. ‘’Adanya gerakan ASN berbelanja itu tidak pengaruh, bukan level mereka, pasar itu levelnya orang-orang desa ke bawah. ASN belinya itu roti dan sayuran aja,’’ ungkapnya. ‘’Harapanya penataan pasar ditinjau kembali seperti di Pasar Blora kota, kondisi sekarang semrawut dan pasarnya kebesaran,’’ tuturnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana