RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Ramadan dan tradisi megengan, permintaan beras dan minyak goreng di pasar tradisional Bojonegoro mulai meningkat.
Bulog Cabang Bojonegoro memastikan harga dua komoditas tersebut masih stabil dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Bulog Cabang Bojonegoro Ferdian Dharma Atmaja mengatakan, kenaikan permintaan sudah terlihat dalam pantauan pasar, dipicu persiapan masyarakat menyambut Ramadan serta tradisi megengan yang rutin dilakukan warga.
Lonjakan permintaan biasanya mulai terjadi sejak satu minggu sebelum Ramadan hingga minggu pertama puasa.
“Menurut pantauan pasar kemarin ada (permintaan melonjak). Kalau di wilayah kita ada yang namanya megengan. Jadi permintaan makin banyak. Biasanya permintaan meningkat mulai satu minggu sebelum awal Ramadan sampai minggu pertama Ramadan,” ujarnya.
Meski permintaan meningkat, Ferdian memastikan harga bahan pokok utama masih terkendali. Khusus beras dan minyak goreng, harga masih berada dalam batas HET.
“Alhamdulillah harga beras dan minyak goreng sesuai HET,” katanya.
Sementara itu, ibu rumah tangga di Bojonegoro mengaku harga minyak goreng di pasaran masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Selviana Ayu Nur Agustina, warga Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, mengatakan harga minyak goreng masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya meski mendekati Ramadan.
“Untuk sementara belum naik sih harga minyak, masih sama kayak bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.
Pemantauan distribusi akan terus dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang awal puasa. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana