Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

DP4 Blora: Ada Potensi Pupuk Organik 2.800 Ton Per Hari Dari Sapi

M. Lukman Hakim • Senin, 18 Agustus 2025 | 23:12 WIB
ORGANIK: Gudang pupuk organik di Blora dipersiapkan untuk mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
ORGANIK: Gudang pupuk organik di Blora dipersiapkan untuk mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sektor peternakan di Kabupaten Blora berpotensi mengembalikan kesuburan pertanian. Dengan populasi sapi yang mencapai 280.000 ekor, Blora memiliki sumber daya melimpah untuk produksi pupuk organik, jika semua kotoran setiap sapi dimanfaatkan, diproyeksikan mencapai 2.800 ton per hari.

Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Lilik Setyawanmenyatakan, bahwa setiap sapi rata-rata menghasilkan kotoran sekitar 10 kilogram setiap harinya.

Saat ini jumlah sapi di Blora sekitar 280.000 ekor, jika kotoran setiap sapi dibuat pupuk, potensinya bisa mencapai 2.800 ton per hari.

’’Bahan bakunya sangat banyak ada di Blora. Jika ini difermentasi menjadi pupuk, manfaatnya luar biasa, terutama untuk mengembalikan kesuburan tanah,” ujarnya.

Lilik mengatakan, jika saat ini sudah ada sekitar 2.200 an petani yang memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk. Untuk mendorong pemanfaatan potensi ini, Pemerintah Kabupaten Blora telah menganggarkan dana sebesar Rp 150 juta untuk pengadaan dekomposer atau probiotik fermentasi pada tahun ini. Bantuan ini akan disalurkan melalui penyuluh kepada kelompok-kelompok tani yang berminat memproduksi pupuk organik.

’’Dari arahan Pak Bupati, siapa saja yang mau membuat pupuk organik bisa mengajukan pro posal. Kami sudah siapkan probiotiknya untuk mempercepat proses fermentasi,” tambah Ngaliman.

Baca Juga: DP4 Blora: Daun Jati Jadi Solusi Bungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan

Menindaklanjuti dukungan tersebut, sejumlah kelompok tani telah mulai bergerak. Mereka secara swadaya membangun kotak-kotak fermentasi di samping kandang sapi. Kotak sederhana ini dibuat dari material yang mudah ditemukan seperti bambu, batu bata, maupun terpal. Inisiatif ini merupakan langkah awal untuk memindahkan limbah ternak dari kandang ke sawah dalam bentuk pupuk bernutrisi tinggi.

Meskipun potensinya besar dan dukungan pemerintah telah tersedia, upaya transisi ke pupuk organik bukannya tanpa tantangan. Menurut Ngaliman, kendala utama terletak pada pola pikir petani yang sudah terbiasa dengan pupuk kimia yang instan dan praktis.

’’Mengubah mindset ini tidak mudah, masih ada perasaan minder dan anggapan kalau membuat pupuk organik itu ribet. Makanya, upaya ini harus ’dikeroyok’ atau dilakukan bersama-sama secara masif,” jelasnya.

Pemerintah berharap, dengan gotong royong antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, potensi besar dari kotoran ternak ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan tanah yang kembali subur di Blora. (luk/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sawah #Limbah #kotoran #Populasi Sapi #Sapi #peternakan #Petani #dp4 blora #Pertanian #pupuk #limbah ternak #Pupuk Organik #Fermentasi #blora #dekomposer