Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani Keluhkan Harga Jagung Anjlok, DKPP Klaim Harga Berpihak Petani

Hakam Alghivari • Selasa, 27 Februari 2024 | 19:45 WIB
PANEN JAGUNG: Petani memanen jagung di ladangnya, musim panen harganya berangsur turun. Petani berharap ada tindakan dari isntansi terkait, agar harga tak anjlok.. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN JAGUNG: Petani memanen jagung di ladangnya, musim panen harganya berangsur turun. Petani berharap ada tindakan dari isntansi terkait, agar harga tak anjlok.. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Beberapa daerah di Bojonegoro sedang memasuki musim panen jagung. Namun, harga mulai turun. Awalnya Rp 6.000 per kilogram (kg). Turun hingga menjadi Rp 3.700 per kg.

Anjloknya harga jagung ini diprediksi akan terus terjadi. Namun, dinas terkait harga masih berpihak kepada para petani.

‘’Harga jagung terus anjlok. Setiap harinya turun Rp 200 per kg,’’ ujar Suyono petani asal Kecamatan Temayang.

Kepala Dusun Kricak, Desa Kedungsumber Sukri mengatakan, di daerahnya telah memasuki musim panen jagung. Namun, saat ini terjadi penurunan harga. Semula harga jagung mencapai Rp 6.000 per kg. Kemudian, turun menjadi Rp 5.500. ‘’Saat ini turun lagi pada kisaran Rp 5.000 per kg,’’ tuturnya.

Satam, petani asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander mengatakan, harga jagung terus terjadi penurunan. Saat ini harga jagung basah setelah panen hanya mencapai Rp 4.000 per kg. Padahal sebelumnya masih di atas Rp 5.000 per kg. Penurunan diduga karena banyaknya ketersediaan jagung saat ini. Karena rerata petani jagung mulai melakukan panen. Bahkan, bisa dikatakan mulai memasuki panen raya jagung. ‘’Infonya, hari ini (26/2) turun lagi menjadi Rp 3.800 per kg,’’ tambahnya.

Dia melanjutkan, penurunan harga jagung ini cukup membuat khawatir para petani. Lantaran masih banyak petani jagung yang belum melakukan panen. Jika harga terus anjlok, tentu keuntungannya juga semakin sedikit. Bahkan, kemungkinan terjadi kerugian juga ada. Mengingat, harga benih, pupuk, hingga pestisida selalu meningkat dan semakin mahal. ‘’Mahalnya modal untuk menanam kadang tidak sebanding dengan harga jagung saat panen yang terus mengalami penurunan seperti saat ini,’’ keluhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arief mengatakan, sebagian petani jagung sudah panen, namun belum memasuki panen raya.

Untuk anjloknya harga jagung saat ini kemungkinan disebabkan karena para petani di Bojonegoro sudah mulai ada yang panen, Sehingga, harga sedikit turun. ‘’Tapi, harga masih berpihak kepada petani jagung. Meskipun keuntungannya tidak seperti beberapa waktu lalu,’’ lanjutnya.

Menurut Imam, musim panen raya jagung di Bojonegoro mulai Maret pertengahan. Diharapkan, hingga selesai panen raya ini harga jagung di Bojonegoro tetap stabil. (ewi/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#jagung #dkpp #Petani #Keluhkan #turun #harga #bojonegoro