Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

128 Kios Kosong di Pasar Kalitidu: Lantai Dua Lengang, Sepi Pedagang

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
MEGAH: Bangunan megah Pasar Kalitidu yang terdiri atas dua lantai. Namun, ada ratusan kios kosong, belum ada pedagang yang sewa. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
MEGAH: Bangunan megah Pasar Kalitidu yang terdiri atas dua lantai. Namun, ada ratusan kios kosong, belum ada pedagang yang sewa. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 


Advertisement

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hilir-mudik pedagang memadati lantai satu Pasar Kalitidu, Bojonegoro. Mulai dari pedagang sayur, bahan pokok, hingga aneka kebutuhan rumah tangga lainnya.

Berbeda dengan lantai satu, di lantai dua pada bangunan pasar tersebut justru tampak lengang. Sepi pedagang, terlebih pembeli. Bahkan, tak jarang juga kios-kios di lantai atas terlihat tutup.

Staf Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro yang bertugas di Pasar Kalitidu Nur Kholis Majid menyampaikan, Pasar Kalitidu total memiliki 480 kios, los, dan bidak yang disewakan dengan tarif berbeda, mulai Rp 80.000, tergantung luasnya.

Advertisement

Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 352 unit yang ditempati oleh pedagang. Sementara, sisanya sebanyak 128 kios dibiarkan kosong karena berbagai alasan. Salah satunya, tidak ada pedagang yang menyewa.

’’Di tengah maraknya toko online, banyak pedagang mengeluhkan sepinya pasar. Akibat peralihan konsumen ke platform digital,” ujarnya. Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut, pihak pengelola pasar berupaya menerapkan inovasi dengan menjual dagangan secara online.

Program ini dirancang bekerja sama dengan pihak bank untuk mempermudah pedagang dalam memasarkan produk secara digital. Pihak bank telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada para pedagang mengenai sistem penjualan online.

Advertisement

MEGAH: Bangunan megah Pasar Kalitidu yang terdiri atas dua lantai. Namun, ada ratusan kios kosong, belum ada pedagang yang sewa. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
MEGAH: Bangunan megah Pasar Kalitidu yang terdiri atas dua lantai. Namun, ada ratusan kios kosong, belum ada pedagang yang sewa. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Namun, banyak pedagang yang masih kesulitan beradaptasi dengan teknologi. Selain itu, merasa enggan untuk belajar. ’’Akibatnya, hingga saat ini, program tersebut belum berjalan sesuai harapan,” lanjutnya.

Berdasar laman resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pasar Kalitidu selesai dibangun pada 2016 lalu. Diresmikan secara langsung oleh Bupati Bojonegoro kala itu, yakni Bupati Suyoto.

Kini, Pasar Kalitidu terlihat megah dengan bangunan dua lantai. Namun, di balik megahnya bangunan, justru tingkat keramaian pasar tersebut semakin menurun.

Sumintri salah satu pedagang di Pasar Kalitidu mengatakan, pasar mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB. Tapi, sebelum jam operasional mulai, sudah banyak pedagang yang berjualan di depan pasar.

Mereka memilih menggelar dagangan di area luar pasar, sebelum pasar dibuka. Kemudian, beberapa pedagang kembali melanjutkan aktivitas jualan di dalam pasar ketika pasar sudah dibuka.

’’Beberapa pedagang tetap melanjutkan aktivitas di dalam pasar setelah pintu dibuka. Sementara, yang lain memilih pulang lebih awal,” pungkasnya. (nnd/oss/ewi/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sandya Dewi Janitra, Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026 Asal Kalitidu, Kaki Kanan Sempat Cedera 

Sandya Dewi Janitra, Komandan Paskibraka Jawa Timur 2026 Asal Kalitidu, Kaki Kanan Sempat Cedera 

Sandya Dewi Janitra tumbuh sebagai sosok yang percaya pada kemampuan dirinya sendiri, bahkan ketika keraguan sempat datang menyertai langkahnya.

Radar History: Proyek Jembatan Kalitidu dan Malo Telan Rp 30 M

Radar History: Proyek Jembatan Kalitidu dan Malo Telan Rp 30 M

Pemkab Bojonegoro memastikan telah merencanakan pembangunan jembatan penghubung dua Kecamatan Kalitidu dan Malo sejak 2005.

 Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Tragedi kelaparan Bojonegoro di era kolonial terkuak! Arsip koran Belanda 1939 ungkap kisah pilu seorang ibu yang menukar bayinya demi sepiring nasi gara-gara kebijakan eksploitatif dan ulah Bupati yang korup. Baca selengkapnya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer