Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buruh Berharap Tak Ada Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
BERHARAP KESEJAHTERAAN: Buruh pabrik tembakau keluar dari tempat kerjanya. Berharap kedepan tidak ada kenaikan cukai tembakau. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
BERHARAP KESEJAHTERAAN: Buruh pabrik tembakau keluar dari tempat kerjanya. Berharap kedepan tidak ada kenaikan cukai tembakau. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 


Advertisement

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mayoritas buruh di Bojonegoro bekerja sektor olahan tembakau. Sekitar 90 persen di antaranya menyerap tenaga kerja perempuan.

Sehingga, berharap ke depan tak ada kenaikan cukai tembakau. ‘’Buruh meminta pada 2025 tidak ada kenaikan cukai rokok SKT,’’ kata Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Anis Yulianti,

Menurut dia, masih banyak permasalahan tentang buruh, diharapkan pemimpin terpilih dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini memikirkan nasib buruh.

Advertisement

Saat refleksi peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, para buruh memiliki lima harapan. Mulai menjaga sawah ladang, memohon pemerintah memikirkan nasib buruh melalui regulasi yang seimbang, serta menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan.

Karena disinyalir merugikan industri rokok khususnya sigaret kretek tangan (SKT) yang memberdayakan banyak sumber daya manusia (SDM) atau padat karya.

Dan, berencana mengelompokkan produk tembakau dengan narkotika dan psikotropika sebagai zat adiktif. ‘’Terkait sawah ladang ini artinya menjaga tempat kerja kami,” jelas perempuan asal Kecamatan Kapas itu.

Advertisement

Dia menuturkan, siapapun yang terpilih harapannya memikirkan nasib buruh. ‘’Kami (buruh) SKT berharap cukai di bawah SKM (sigaret kretek mesin) karena banyak menggunakan tenaga manusia,” ujarnya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Blora Siapkan SDM PKTJ

Pemkab Blora Siapkan SDM PKTJ

Di balik meningkatnya mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, kebutuhan tenaga teknis perhubungan ikut membesar. Pemerintah (Pemkab) Blora pun mulai menyiapkan SDM transportasi dari putra-putri daerah sendiri.

Penduduk Usia Produktif di Bojonegoro Tembus 947 Ribu Jiwa

Penduduk Usia Produktif di Bojonegoro Tembus 947 Ribu Jiwa

Jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Bojonegoro kembali meningkat pada semester I 2026. Setelah sempat mengalami penurunan pada 2025, jumlah penduduk berusia 15–64 tahun kini mencapai 947.265 jiwa.

Pemkab Blora Gaspol Bangun SDM

Pemkab Blora Gaspol Bangun SDM

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan proyek fisik. Menurutnya, kualitas manusia menjadi faktor utama yang menentukan daya saing Blora di masa depan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer