Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Ekonomi Dan Bisnis
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Dipicu Suplai Peternak Lokal Minim

27 Desember 2021, 09: 09: 03 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Dipicu Suplai Peternak Lokal Minim

Ilustrasi (M. ARIF YANTO/RDR.BJN)

Share this      

HARGA telur ayam tembus Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan 80 peternak ayam lokal yang terdata belum efektif untuk menyuplai telur di daerah. Kebutuhan telur ayam sekitar 5.800 ton per tahun dan masih mengandalkan suplai dari luar daerah.
Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakkan) Bojonegoro Elfia  Nuraini menjelaskan, produksi peternak ayam petelur belum bisa mencukupi kebutuhan daerah.
Sehingga, jika terjadi lonjakan harga seperti saat ini tidak bisa mengendalikan harga. “Produksi telur masih minus banyak di daerah,” terangnya.
Elfia menegaskan, jika produksi telur lokal belum distribusikan di luar daerah, masih digunakan memenuhi kebutuhan lokal. Sedangkan dari data yang dikantonginya, terdapat 80 peternak dan 120 kandang ayam. Dengan kebutuhan telur mencapi 5.800 ton per tahun. “Itu sudah dari hitungan produksi dan kebutuhan warga,” tandasnya
Terkait kenaikan telur, menurut Elfia, dipengaruhi Natal dan tahun baru, harga di peternak mulai Rp 28 ribu sampai Rp 29 ribu per kilogram, sedangkan jika beli di pedagang eceran bisa mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 31 ribu. “Untuk  disuplai dari Blitar, Kediri, dan Magetan,” tuturnya.
Tingginya kebutuhan telur menjadi peluang menekuni usaha peternakan ayam petelur. Ditambah potensi petanian jagung di Bojonegoro terus membaik. Sebab pakan ternak 50 persen butuh jagung, sedangkan 15 persen dari dedak. “Bisa dikembangkan lebih masif lagi, kami sering menyampaikan peluang tersebut,” klaimnya. (luk)

(bj/*/msu/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia