Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desak Kaji Ulang Pajak Pembalut, Dianggap Beratkan Perempuan

Y
MERESAHKAN PEREMPUAN: Kebijakan pajak pembalut meresahkan perempuan, KPI mendesak kaji ulang kebijakan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
MERESAHKAN PEREMPUAN: Kebijakan pajak pembalut meresahkan perempuan, KPI mendesak kaji ulang kebijakan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM  – Pembalut menjadi kebutuhan dasar perempuan setiap bulan. Pengenaan pajak dinilai berlebihan. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bojonegoro pun turut menyikapi kebijakan tersebut.

Sekretarus Cabang (Sekcab) KPI Bojonegoro Nafidatul Himmah menyampaikan, pembalut memang bukan barang yang sepenuhnya bebas pajak. Namun, pengenaan pajak tidak serta-merta berarti barang tersebut langsung dikenakan tarif sebesar 11 persen.

‘’Kami berharap pemerintah mengkaji ulang barang-barang apa saja yang memang layak dikenakan pajak, khususnya kebutuhan perempuan. Pemerintah harus lebih bijak dan memahami kondisi masyarakat di lapangan, terutama perempuan dari kalangan ekonomi menengah ke bawah,’’ katanya.

Menurut dia, persoalan utama terletak pada besaran beban pajak yang dapat memengaruhi kemampuan perempuan dalam memenuhi kebutuhan menstruasi.

Pembalut bukan sekadar barang konsumsi biasa, melainkan kebutuhan dasar perempuan yang harus tersedia setiap bulan. Karena bersifat wajib dan rutin, kenaikan harga akibat beban pajak berpotensi memberikan dampak lebih besar bagi perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah.

Advertisement

Mendesak pemerintah lebih cermat dalam menentukan barang yang layak dikenakan pajak, terutama produk yang berkaitan langsung dengan kebutuhan perempuan.

Kebijakan perpajakan semestinya mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata, bukan hanya berdasarkan pertimbangan penerimaan negara.

Perempuan asal Kecamatan Dander ini juga menilai, kebijakan kenaikan pajak seharusnya tidak diterapkan secara terburu-buru tanpa kajian mendalam mengenai dampaknya terhadap masyarakat. Pemerintah perlu melihat kemampuan daya beli keluarga, termasuk kebutuhan perempuan yang tidak bisa ditunda atau dihilangkan meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap kebutuhan dasar perempuan, dia mengusulkan agar pembalut dapat dimasukkan dalam kategori barang bebas pajak, sebagaimana sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Namun, apabila pembalut tetap harus dikenakan pajak, pemerintah diharapkan menetapkan tarif serendah mungkin agar harganya tetap terjangkau.

‘’Kalau memang pembalut masih harus dikenakan pajak, setidaknya tarifnya bisa ditekan sekecil mungkin. Sebab, pembalut merupakan kebutuhan wajib perempuan setiap bulan, bukan barang yang bisa sewaktu-waktu tidak dibeli,’’ tegas dia.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengungkap Karakter Perempuan Anggun: 7 Sikap yang Membuatnya Berbeda

Mengungkap Karakter Perempuan Anggun: 7 Sikap yang Membuatnya Berbeda

Anggun tidak selalu identik dengan pakaian mahal, wajah cantik, tutur kata yang lembut, atau penampilan yang selalu rapi. Ada perempuan yang tampil sederhana, tetapi tetap memancarkan kesan anggun melalui cara berbicara, memperlakukan orang

Perempuan yang Sering Mencuri Pandang kepada Pria, Apa Artinya Menurut Psikologi?

Perempuan yang Sering Mencuri Pandang kepada Pria, Apa Artinya Menurut Psikologi?

Dalam psikologi, tatapan mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang memiliki peran penting dalam interaksi sosial. Seseorang dapat menggunakan arah pandangan untuk menunjukkan perhatian, mengenali lingkungan, hingga memberik

Mengungkap Makna Senyuman Perempuan kepada Pria, Sekadar Ramah atau Diam-Diam Suka?

Mengungkap Makna Senyuman Perempuan kepada Pria, Sekadar Ramah atau Diam-Diam Suka?

Pernahkah seorang pria bertanya-tanya ketika seorang perempuan tiba-tiba tersenyum kepadanya? Apakah senyuman itu sekadar bentuk keramahan, tanda ketertarikan, atau justru isyarat bahwa perempuan tersebut diam-diam menyimpan perasaan?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer