Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Terancam Keluar dari MSCI, Ini Dampaknya bagi IHSG, Rupiah, dan Investor

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Keluarnya Indonesia dari MSCI berpotensi mengurangi daya tarik investasi Indonesia di mata investor global.
Keluarnya Indonesia dari MSCI berpotensi mengurangi daya tarik investasi Indonesia di mata investor global.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan setelah lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengumumkan rencana untuk mengubah status Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

Wacana tersebut menjadi perhatian serius pelaku pasar karena berpotensi mengurangi daya tarik investasi Indonesia di mata investor global. Bahkan, pengumuman MSCI pada Oktober 2026 telah memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, perlu diketahui bahwa hingga Selasa (2/11), Indonesia belum resmi dikeluarkan dari MSCI. MSCI masih melakukan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi tersebut. Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Advertisement

Dalam pengumumannya pada Kamis (15/10), MSCI menyampaikan kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

MSCI menilai berbagai langkah perbaikan yang diumumkan pemerintah dan regulator belum menunjukkan hasil yang cukup konsisten untuk mengatasi persoalan tersebut.

Advertisement

Mengapa Indonesia Terancam Keluar dari MSCI?

MSCI merupakan lembaga penyedia indeks pasar saham global yang menjadi acuan bagi banyak manajer investasi, perusahaan pengelola dana, dan investor institusi internasional.

Salah satu indeks yang banyak digunakan adalah MSCI Emerging Markets Index. Indeks ini menjadi pedoman bagi investor global dalam menentukan alokasi investasi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ketika suatu negara masuk dalam kategori Emerging Market, saham-saham di negara tersebut berpeluang mendapatkan aliran investasi dari berbagai dana global yang mengikuti indeks MSCI.

Sebaliknya, apabila Indonesia benar-benar dipindahkan ke kategori Standalone Market, saham Indonesia tidak lagi menjadi bagian dari indeks Emerging Markets maupun Frontier Markets MSCI.

Artinya, sejumlah dana investasi global yang selama ini mengikuti indeks tersebut berpotensi mengurangi atau bahkan melepas kepemilikannya di saham-saham Indonesia.

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sutarmini Tinggalkan Kursi Dirut BPR, Pemkab Bojonegoro Segera Buka Seleksi Pengganti

Sutarmini Tinggalkan Kursi Dirut BPR, Pemkab Bojonegoro Segera Buka Seleksi Pengganti

Masa jabatan Sutarmini sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro resmi berakhir pada Sabtu (30/5). Sutarmini mengakhiri masa kepemimpinannya setelah menjabat selama dua period

3 Bahaya PayLater yang Bisa Bikin Skor SLIK OJK Merah dan Gagal Punya Rumah

3 Bahaya PayLater yang Bisa Bikin Skor SLIK OJK Merah dan Gagal Punya Rumah

Fitur "beli sekarang, bayar nanti" atau PayLater kini jadi tren di kalangan anak muda untuk menuruti gaya hidup. Waspadai bahaya psikologis ilusi kaya, jebakan finansial gali lubang tutup lubang, hingga ancaman skor BI

IHSG Kembali Melemah, Pasar Saham Indonesia Dibayangi Tekanan Global dan Kekhawatiran Investor

IHSG Kembali Melemah, Pasar Saham Indonesia Dibayangi Tekanan Global dan Kekhawatiran Investor

Pelemahan ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan di tengah ketidakpastian ekonomi global, sentimen investor asing, serta sejumlah persoalan di pasar modal domestik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer