Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Ekonomi Dan Bisnis
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Melambung Rp 60 Ribu

08 Desember 2021, 08: 23: 23 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Melambung Rp 60 Ribu

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan signifikan. Salah satunya harga cabai rawit mulai naik sejak Senin (6/12). Harganya tembus Rp 60 ribu per kilogram. Selain itu, harga minyak goreng juga masih tinggi sekitar Rp 19.500 per kilogram.
Suyanto, pedagang Pasar Bojonegoro Kota mengatakan, bahwa kenaikan signifikan terhadap cabai rawit sejak Senin. Sebelumnya harga cabai rawit sekitar Rp 34 ribu per kilogram, kini Rp 60 ribu per kilogram. Jadi kenaikannya Rp 26 ribu. Sementara harga cabai biasa dan cabai keriting masing-masing hanya naik Rp 5.000.
“Kalau harga cabai biasa dan cabai keriting sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram,” jelasnya.
Adapun pasokan cabai rawit dari Blitar dan Kediri. Suyanto juga berasumsi kenaikan harga cabai rawit ada hubungannya dengan kondisi hujan deras hampir rutin setiap hari. “Seringkali saat musim hujan dan jelang tahun baru itu harga cabai rawit alami kenaikan,” tambahnya.
Terpisah, Umi pedagang lainnya mengatakan, hanya harga cabai rawit yang melambung. Harga komoditas lain seperti bawang putih dan bawang merah juga stabil, sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Juga harga telur ayam justru turun, sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram, kini Rp 20 ribu. “Harga minyak goreng masih tinggi, Rp 19.250 hingga Rp 19.500 per liter,” katanya.

Baca juga: Indonesia Gelar National Day di World Expo 2020 Dubai

(bj/gas/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia