alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Jika Kedelai Rp 11.500, Produsen Tahu Bakal Mogok

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, berencana mogok produksi. Rencana itu apabila harga kacang kedelai impor menembus Rp 11.500 per kilogram (kg). Saat ini, harganya kisaran Rp 11.100. Dengan harga segitu, produsen tahu merasa tidak mendapatkan untung.

“Kami sudah rapat kemarin (Senin lalu), rencana kami bakal mogok produksi apabila harga kacang kedelai impor ini tembus Rp 11.500 per kilogram. Karena kalau harganya sudah segitu, kami sudah tidak dapat untung,” beber Ketua Paguyuban Produsen Tahu Ledok Pranyoto.

Stok ketersediaan kacang kedelai impor tidak pernah langka di pasaran. Namun, harganya sejak 2020 terus naik terus-menerus. Padahal harga normal kacang kedelai impor kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram. Ditambah lagi beberapa pekan terakhir, para produsen kesulitan produksi karena stok minyak goreng langka.

Baca Juga :  Pasar Tutup, Pasar Dadakan Digeruduk Pembeli

“Perlahan sudah mulai aman stok minyak goreng. Tapi untuk minyak goreng curah masih sulit dapatnya, karena memang kosong,” ucapnya.

Tingginya harga bahan baku tentu sangat berpengaruh pendapatan para produsen tahu. Setidaknya penurunannya sekitar 30-40 persen. Di Kelurahan Ledok Kulon, terdapat 170 produsen tahu.

Rerata mereka memasarkan tahu di pasar-pasar tradisional di Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Blora, dan Gresik. Produsen tahu berharap pemerintah setempat mencarikan solusi tepat bagi keberlangsungan nasib para produsen tahu ledok.

Sumarsono produsen tahu ledok lainnya juga membenarkan, bahwa stok ketersediaan minyak goreng di pasaran belum sepenuhnya aman. Para produsen masih kesulitan mendapatkan minyak goreng curah. Kalau pun ada stok minyak goreng kemasan, harganya masih belum sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah awal Februari lalu.

Baca Juga :  Pertanyakan Manajemen Griya Dharma Kusuma Bojonegoro

“Kondisinya sekarang masih ada pembatasan pembelian minyak goreng, jadi bisa dikatakan belum sepenuhnya aman,” ujarnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, berencana mogok produksi. Rencana itu apabila harga kacang kedelai impor menembus Rp 11.500 per kilogram (kg). Saat ini, harganya kisaran Rp 11.100. Dengan harga segitu, produsen tahu merasa tidak mendapatkan untung.

“Kami sudah rapat kemarin (Senin lalu), rencana kami bakal mogok produksi apabila harga kacang kedelai impor ini tembus Rp 11.500 per kilogram. Karena kalau harganya sudah segitu, kami sudah tidak dapat untung,” beber Ketua Paguyuban Produsen Tahu Ledok Pranyoto.

Stok ketersediaan kacang kedelai impor tidak pernah langka di pasaran. Namun, harganya sejak 2020 terus naik terus-menerus. Padahal harga normal kacang kedelai impor kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram. Ditambah lagi beberapa pekan terakhir, para produsen kesulitan produksi karena stok minyak goreng langka.

Baca Juga :  Diduga Ceroboh, Pelajar Dilindas Bus

“Perlahan sudah mulai aman stok minyak goreng. Tapi untuk minyak goreng curah masih sulit dapatnya, karena memang kosong,” ucapnya.

Tingginya harga bahan baku tentu sangat berpengaruh pendapatan para produsen tahu. Setidaknya penurunannya sekitar 30-40 persen. Di Kelurahan Ledok Kulon, terdapat 170 produsen tahu.

Rerata mereka memasarkan tahu di pasar-pasar tradisional di Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Blora, dan Gresik. Produsen tahu berharap pemerintah setempat mencarikan solusi tepat bagi keberlangsungan nasib para produsen tahu ledok.

Sumarsono produsen tahu ledok lainnya juga membenarkan, bahwa stok ketersediaan minyak goreng di pasaran belum sepenuhnya aman. Para produsen masih kesulitan mendapatkan minyak goreng curah. Kalau pun ada stok minyak goreng kemasan, harganya masih belum sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah awal Februari lalu.

Baca Juga :  Kandidat Direktur BUMD Pangan Harus Mengerti Bisnis Pertanian

“Kondisinya sekarang masih ada pembatasan pembelian minyak goreng, jadi bisa dikatakan belum sepenuhnya aman,” ujarnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/