28.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

Stok Minyak Goreng Menipis

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Stok minyak goreng di Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro kian menipis hingga akhir tahun. Hingga kemarin (26/12) ketersediaan masih 4.300 liter. Stok kembali tiba pada Januari mendatang. Namun, harga minyak goreng mulai naik Rp 500. Dari Rp 14.500 menjadi Rp 15.000.

 

Berbeda dengan stok gula sekitar 53.000 kilogram. “Saat ini yang masih menunggu stok minyak goreng,” kata Pimpinan Cabang (Pincab) Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro Sugeng Hardono.

 

Dia memperkiraan, stok minyak goreng datang pada Januari. Namun, waktu tepat kedatangan belum bisa dipastikan. “Karena antre dan menyesuaikan pabriknya,” ungkapnya.

- Advertisement -

 

Bulog, menurut Sugeng, memiliki peran keterjangkauan, ketersediaan, dan stabilitas bahan pokok. “Untuk beras dapat dikatakan aman karena ambil dari petani lokal. Namun, gula dan minyak goreng perlu pesan dari pabrik,” tutur pria asal Solo tersebut.

 

Bahkan, stok didatangkan tidak menentu setiap tahunnya. Tergantung permintaan dan kebutuhan pasar dan disesuaikan dengan stok. ‘’Setiap kali datang tidak tentu jumlahnya. Bisa satu kontainer hingga dua atau tiga kontainer. Satu kontainer biasanya berisi 24 ton,” tambahnya.

 

Dia mengatakan, bertambahnya stok minyak goreng dari Bulog dapat kembali menurunkan harga di pasaran. ‘’Saat ini minyak goreng naik Rp 500. Semula Rp 14.500 menjadi Rp 15.000,” tutur Susi pedagang di Pasar Kota Bojonegoro. (yna/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Stok minyak goreng di Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro kian menipis hingga akhir tahun. Hingga kemarin (26/12) ketersediaan masih 4.300 liter. Stok kembali tiba pada Januari mendatang. Namun, harga minyak goreng mulai naik Rp 500. Dari Rp 14.500 menjadi Rp 15.000.

 

Berbeda dengan stok gula sekitar 53.000 kilogram. “Saat ini yang masih menunggu stok minyak goreng,” kata Pimpinan Cabang (Pincab) Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro Sugeng Hardono.

 

Dia memperkiraan, stok minyak goreng datang pada Januari. Namun, waktu tepat kedatangan belum bisa dipastikan. “Karena antre dan menyesuaikan pabriknya,” ungkapnya.

- Advertisement -

 

Bulog, menurut Sugeng, memiliki peran keterjangkauan, ketersediaan, dan stabilitas bahan pokok. “Untuk beras dapat dikatakan aman karena ambil dari petani lokal. Namun, gula dan minyak goreng perlu pesan dari pabrik,” tutur pria asal Solo tersebut.

 

Bahkan, stok didatangkan tidak menentu setiap tahunnya. Tergantung permintaan dan kebutuhan pasar dan disesuaikan dengan stok. ‘’Setiap kali datang tidak tentu jumlahnya. Bisa satu kontainer hingga dua atau tiga kontainer. Satu kontainer biasanya berisi 24 ton,” tambahnya.

 

Dia mengatakan, bertambahnya stok minyak goreng dari Bulog dapat kembali menurunkan harga di pasaran. ‘’Saat ini minyak goreng naik Rp 500. Semula Rp 14.500 menjadi Rp 15.000,” tutur Susi pedagang di Pasar Kota Bojonegoro. (yna/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Persibo Dinilai Merugi Biaya dan Waktu

Jabatan Sebuah Pengabdian

Tengah Malam, Razia Kafe Karaoke

Arus Lalin Kalianyar Semrawut

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/