alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pabrikan Belum Buka Harga Tembakau di Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Harga tembakau rajangan masih belum jelas. Hingga kini pabrikan masih belum membuka harga pembelian. Padahal, sebagian petani sudah ada yang panen perdana.

 

‘’Saat ini sebagian sudah ada yang panen. Namun, harga tembakau belum ada kejelasan,’’ ungkap Pengawas Mutu Hasil Pertaniman Ahli Muda Sub Koodinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Bambang Wahyudi.

 

Di kalangan petani sudah muncul harga panen perdana, yakni Rp 15.000 per kilogram (kg). Itu tembakau panen perdana dan sudah dirajang. Menurut Yudi, harga itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, secara resmi pabrikan belum membuka harga. Sehingga, harga sudah beredar luas di kalangan petani bisa berubah-ubah sesuai kondisi.

Baca Juga :  Lelang Rehab Gedung DPRD Bakal Diulang

 

‘’Selama ini panen perdana harganya tidak jauh dari itu,’’ jelasnya.

 

Yudi melanjutkan, tahun lalu penyerapan panen tembakau kisaran mencapai 11 ribu ton. Jumlah itu total serapan dilakukan seluruh pabrikan rokok. Baik pabrikan lokal maupun dari luar daerah membeli tembakau di Bojonegoro.

 

Tahun lalu ada 11 pabrikan besar dan kecil yang membeli tembakau petani. Tahun ini jumlah pabrikan yang akan membeli diperkirakan berkurang.

 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto meminta DKPP segera meminta kepastian pembelian tembakau. Sehingga, petani bisa segera mendapatkan kepastian serapan. ‘’Jika hasil panen bisa diserap dengan baik oleh pabrikan, harganya akan stabil. Kalau tidak bisa diserap harganya akan jatuh,’’ jelasnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Uang Rp 11 Ribu Cuma 35 Biji Cabai di Pasar Bojonegoro Kota

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro –  Harga tembakau rajangan masih belum jelas. Hingga kini pabrikan masih belum membuka harga pembelian. Padahal, sebagian petani sudah ada yang panen perdana.

 

‘’Saat ini sebagian sudah ada yang panen. Namun, harga tembakau belum ada kejelasan,’’ ungkap Pengawas Mutu Hasil Pertaniman Ahli Muda Sub Koodinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Bambang Wahyudi.

 

Di kalangan petani sudah muncul harga panen perdana, yakni Rp 15.000 per kilogram (kg). Itu tembakau panen perdana dan sudah dirajang. Menurut Yudi, harga itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, secara resmi pabrikan belum membuka harga. Sehingga, harga sudah beredar luas di kalangan petani bisa berubah-ubah sesuai kondisi.

Baca Juga :  Pengaruh Pakan, Harga Ayam - Telur di Lamongan Naik

 

‘’Selama ini panen perdana harganya tidak jauh dari itu,’’ jelasnya.

 

Yudi melanjutkan, tahun lalu penyerapan panen tembakau kisaran mencapai 11 ribu ton. Jumlah itu total serapan dilakukan seluruh pabrikan rokok. Baik pabrikan lokal maupun dari luar daerah membeli tembakau di Bojonegoro.

 

Tahun lalu ada 11 pabrikan besar dan kecil yang membeli tembakau petani. Tahun ini jumlah pabrikan yang akan membeli diperkirakan berkurang.

 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto meminta DKPP segera meminta kepastian pembelian tembakau. Sehingga, petani bisa segera mendapatkan kepastian serapan. ‘’Jika hasil panen bisa diserap dengan baik oleh pabrikan, harganya akan stabil. Kalau tidak bisa diserap harganya akan jatuh,’’ jelasnya. (zim/rij)

Baca Juga :  Muncul Wacana Pertalite Dibatasi di SPBU Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/