alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Keberatan Regulasi Migor Curah

LAMONGAN, Radar Lamongan –Pedagang di Lamongan menyayangkan regulasi pembelian 2 kilogram (kg) minyak goreng (migor) curah harus menyertakan satu e-KTP. Salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Mahfudin mengatakan, ketika harus membeli 20 kg migor curah, maka dirinya harus menyiapkan sepuluh e-KTP.

 

Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan dua hari usai Kemendag baru dilantik. Hal itu cukup memberatkan para penjual, yang sebelumnya tidak menggunakan syarat e-KTP.  ‘’Keberatanya sih terlalu banyak aturan. Masak ketika ganti menteri, malah berubah peraturan lagi,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Selain itu, rencananya Kementrian Perdagangan (Kemendag) bakal menetapkan migor curah yang dikemas dibanderol Rp 14 ribu per liter. Di sisi lain, Mahfudin memberikan respon positif terhadap kebijakan tersebut. Sebab, para pedagang tidak perlu lagi menimbang, sehingga bisa melayani lebih cepat.

Baca Juga :  Jelang Puasa, Cabai Rawit di Bojonegoro Tembus Rp 50 Ribu

 

‘’Untuk pedagang kecil bermanfaat, kalau nanti harganya seperti migor curah,’’ imbuhnya.

 

Pedagang lain di Kalitengah Lamongan Suci berharap nantinya harga tetap sama jika migor curah dikemas.‘’Semoga kebijakannya bisa bermanfaat bagi kita mas,’’ ucapnya.

 

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan Pasito mengakui jika hal itu merupakan kewenangan pusat sepenuhnya.

 

‘’Hanya untuk beli 2 kg migor curah dan harus memasukkan data di aplikasi Simira. Berharap dari pusat tidak membuat kebijakan yang menyulitkan masyarakat,’’ tutur Pasito. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan –Pedagang di Lamongan menyayangkan regulasi pembelian 2 kilogram (kg) minyak goreng (migor) curah harus menyertakan satu e-KTP. Salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Mahfudin mengatakan, ketika harus membeli 20 kg migor curah, maka dirinya harus menyiapkan sepuluh e-KTP.

 

Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan dua hari usai Kemendag baru dilantik. Hal itu cukup memberatkan para penjual, yang sebelumnya tidak menggunakan syarat e-KTP.  ‘’Keberatanya sih terlalu banyak aturan. Masak ketika ganti menteri, malah berubah peraturan lagi,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Selain itu, rencananya Kementrian Perdagangan (Kemendag) bakal menetapkan migor curah yang dikemas dibanderol Rp 14 ribu per liter. Di sisi lain, Mahfudin memberikan respon positif terhadap kebijakan tersebut. Sebab, para pedagang tidak perlu lagi menimbang, sehingga bisa melayani lebih cepat.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Stok Sembako Terpantau Aman di Bojonegoro

 

‘’Untuk pedagang kecil bermanfaat, kalau nanti harganya seperti migor curah,’’ imbuhnya.

 

Pedagang lain di Kalitengah Lamongan Suci berharap nantinya harga tetap sama jika migor curah dikemas.‘’Semoga kebijakannya bisa bermanfaat bagi kita mas,’’ ucapnya.

 

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan Pasito mengakui jika hal itu merupakan kewenangan pusat sepenuhnya.

 

‘’Hanya untuk beli 2 kg migor curah dan harus memasukkan data di aplikasi Simira. Berharap dari pusat tidak membuat kebijakan yang menyulitkan masyarakat,’’ tutur Pasito. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/