alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Harga Cabai Masih Pedas di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Harga cabai di pasaran tradisional belum ada tanda – tanda penurunan. Bumbu dapur berasa pedas itu menguras kantong dompet belanja.

 

Hariyadi, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Lamongan, menjelaskan, sekitar sebulan ini harga cabai rawit cukup tinggi. Satu kilogram (kg), harganya Rp 90 ribu. Harga bumbu yang mahal mengakibatkan penjualannya menurun.

 

Jika sebelumnya ibu – ibu rumah tangga rata – rata membeli 0,5 kg agar masakannya terasa pedas, maka kini mereka hanya membeli ala kadarnya.

 

‘’Mau gimana lagi, soalnya harga sangat melejit sehingga pembeli hanya sedikit,’’ keluhnya.

 

Dia khawatir harga cabai semakin pedas menjelang idul adha. Sebab, permintaan cabai bakal meningkat karena banyak orang yang memasak daging kurban.

Baca Juga :  Keberatan Regulasi Migor Curah

 

Plt Disperindag Lamongan, M Zamroni, mengakui harga cabai rawit belum ada penurunan. Padahal, stok di pasaran sangat melimpah. Hanya sebagian petani yang mengalami gagal panen karena terkena hama dan membusuk akibat musim penghujan.

 

‘’Setiap hari melakukan pemantuan beberapa pasar yang di Lamongan terkait stok cabai rawit,’’ katanya.

 

Dia juga tidak bisa memastikan hargai cabai rawit bakal naik lagi atau tidak saat hari raya kurban. ‘’Beda kalau minyak goreng, gula pasir, serta beras. Bisa melakukan pasar murah. Ini cabai, tak bisa dijalankan (pasar murah),’’ ujarnya. (mal/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Harga cabai di pasaran tradisional belum ada tanda – tanda penurunan. Bumbu dapur berasa pedas itu menguras kantong dompet belanja.

 

Hariyadi, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Lamongan, menjelaskan, sekitar sebulan ini harga cabai rawit cukup tinggi. Satu kilogram (kg), harganya Rp 90 ribu. Harga bumbu yang mahal mengakibatkan penjualannya menurun.

 

Jika sebelumnya ibu – ibu rumah tangga rata – rata membeli 0,5 kg agar masakannya terasa pedas, maka kini mereka hanya membeli ala kadarnya.

 

‘’Mau gimana lagi, soalnya harga sangat melejit sehingga pembeli hanya sedikit,’’ keluhnya.

 

Dia khawatir harga cabai semakin pedas menjelang idul adha. Sebab, permintaan cabai bakal meningkat karena banyak orang yang memasak daging kurban.

Baca Juga :  Sediakan 1.750 Porsi Makanan Beragam Menu

 

Plt Disperindag Lamongan, M Zamroni, mengakui harga cabai rawit belum ada penurunan. Padahal, stok di pasaran sangat melimpah. Hanya sebagian petani yang mengalami gagal panen karena terkena hama dan membusuk akibat musim penghujan.

 

‘’Setiap hari melakukan pemantuan beberapa pasar yang di Lamongan terkait stok cabai rawit,’’ katanya.

 

Dia juga tidak bisa memastikan hargai cabai rawit bakal naik lagi atau tidak saat hari raya kurban. ‘’Beda kalau minyak goreng, gula pasir, serta beras. Bisa melakukan pasar murah. Ini cabai, tak bisa dijalankan (pasar murah),’’ ujarnya. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/