alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Ubaydillah Dituntut 18 Tahun Penjara

PERSIDANGAN kasus dugaan korupsi penyelewengan kredit kepemilikan rumah (KPR) Bank Jateng, dengan terdakwa Ubaydillah Rouf bakal kembali digelar besok (23/6) di Pengadilan Tipikor Semarang.

 

Agendanya, pembelaan terdakwa atau pledoi atas tuntutan jaksa penuntut umum dalam siding sebelumnya Kamis (17/6), yang menuntut terdakwa 18 tahun penjara.

‘’Kami sedang menyusun dokumen pembelaan, ‘’ungkap Penasihat Hukum Ubaydillah Rouf, Bayu Arief kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (21/6).

Menurut Bayu, tuntutan dari JPU dalam siding sebelumnya itu cukup memberatkan terdakwa, sehingga akan mengajukan pledoi dalam sidang yang bakal digelar besok.

 

“Belum berani banyak memberikan statemen, karena tuntutan kemarin sangat memukul mental klien kami,” tuturnya.

Baca Juga :  Uang Rp 11 Ribu Cuma 35 Biji Cabai di Pasar Bojonegoro Kota

 

Sementara itu Humas Pengadilan Tipikor Semarang, Kukuh Subiyakto  menerangkan, dalam sidang tuntutan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Ubaydillah 18 tahun penjara. ‘’Tuntutan dari JPU 18 tahun penjara,” katanya terpisah.

 

Kukuh menjelaskan, terdakwa yang mantan aparatur sipil negara (ASN) tersebut juga dituntut membayar denda sebesar Rp 750 juta, pengganti kurungan 7 bulan penjara.

 

Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa  mengembalikan Kredit Usaha Produktif Revolving Credit/Rekening Koran (KUP R/C) sebesar Rp 17,2 miliar dan dalam pemberian Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp 54 juta.

 

“Sidang berikutnya agendanya pembelaan terdakwa,” tuturnya.

 

JPU menuntut terdakwa dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (luk/msu)

Baca Juga :  Beri Teguran Produsen Kerupuk di Blora

PERSIDANGAN kasus dugaan korupsi penyelewengan kredit kepemilikan rumah (KPR) Bank Jateng, dengan terdakwa Ubaydillah Rouf bakal kembali digelar besok (23/6) di Pengadilan Tipikor Semarang.

 

Agendanya, pembelaan terdakwa atau pledoi atas tuntutan jaksa penuntut umum dalam siding sebelumnya Kamis (17/6), yang menuntut terdakwa 18 tahun penjara.

‘’Kami sedang menyusun dokumen pembelaan, ‘’ungkap Penasihat Hukum Ubaydillah Rouf, Bayu Arief kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (21/6).

Menurut Bayu, tuntutan dari JPU dalam siding sebelumnya itu cukup memberatkan terdakwa, sehingga akan mengajukan pledoi dalam sidang yang bakal digelar besok.

 

“Belum berani banyak memberikan statemen, karena tuntutan kemarin sangat memukul mental klien kami,” tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Puasa, Cabai Rawit di Bojonegoro Tembus Rp 50 Ribu

 

Sementara itu Humas Pengadilan Tipikor Semarang, Kukuh Subiyakto  menerangkan, dalam sidang tuntutan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Ubaydillah 18 tahun penjara. ‘’Tuntutan dari JPU 18 tahun penjara,” katanya terpisah.

 

Kukuh menjelaskan, terdakwa yang mantan aparatur sipil negara (ASN) tersebut juga dituntut membayar denda sebesar Rp 750 juta, pengganti kurungan 7 bulan penjara.

 

Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa  mengembalikan Kredit Usaha Produktif Revolving Credit/Rekening Koran (KUP R/C) sebesar Rp 17,2 miliar dan dalam pemberian Kredit Pemilikan Rumah sebesar Rp 54 juta.

 

“Sidang berikutnya agendanya pembelaan terdakwa,” tuturnya.

 

JPU menuntut terdakwa dengan dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (luk/msu)

Baca Juga :  Pasokan Minim, Harga Tahu Naik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/