alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Khawatir Naikkan Harga, Daya Beli Melemah

Produsen Roti Bojonegoro Dikepung Mahalnya Tepung

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kenaikan bahan baku roti dan kue mengakibatkan para pelaku usaha bakery mengeluh. Karena dihadapkan dilema perihal menaikkan harga jual dikhawatirkan kehilangan pelanggan. Namun, apabila mempertahankan harga jual tentu bakal memengaruhi margin laba.

 

Wahyu Mulyo Susetyo pengusaha donat kentang menyebutkan, hampir seluruh bahan baku donat seperti telur, tepung terigu, margarin, topping, dipping, naik sekitar 30 persen hingga 40 persen. Tentu membuat biaya produksi maupun operasional membengkak.

“Harga bahan baku donat, kemasan, dan tas kresek naik secara bertahap sejak Oktober 2021 lalu. Saat ini masih terus berusaha bertahan,” jelas Tyo, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

 

Usaha sudah ia bangun selama tujuh tahun ini sudah beberapa kali menaikkan harga donatnya. “Dulu awalnya Rp 30.000 per kotak isi enam biji. Naik bertahap, saat ini Rp 36.000 per kotak isi enam biji,” beber pemilik Matoh Donat itu.

Baca Juga :  Nofi Eka Suryani, Pebisnis Hantaran dan Mahar Pernikahan
BISNIS: Aktivitas produsen donat di salah satu swalayan. Produsen roti dan kue mengeluh harga bahan baku mahal. (NABIL SORAYA/RDR.BJN)

Di tengah naiknya harga bahan baku, ternyata masih diterpa daya beli masyarakat sedang turun akibat kenaikan harga BBM subsidi. “Sekarang ini masyarakat tentu banyak mengurangi jajan di luar rumah karena semua bahan-bahan kebutuhan serbanaik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dini selaku staf toko roti di Jalan Dewi Sartika, bahwa bahan baku roti maupun kue alami kenaikan. Beberapa roti dan kue dijual sudah ada yang dinaikkan harganya guna menyesuaikan dengan harga bahan baku.

 

“Kalau tidak disesuaikan atau dinaikkan harganya nanti kan memengaruhi biaya operasional,” ucapnya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kenaikan bahan baku roti dan kue mengakibatkan para pelaku usaha bakery mengeluh. Karena dihadapkan dilema perihal menaikkan harga jual dikhawatirkan kehilangan pelanggan. Namun, apabila mempertahankan harga jual tentu bakal memengaruhi margin laba.

 

Wahyu Mulyo Susetyo pengusaha donat kentang menyebutkan, hampir seluruh bahan baku donat seperti telur, tepung terigu, margarin, topping, dipping, naik sekitar 30 persen hingga 40 persen. Tentu membuat biaya produksi maupun operasional membengkak.

“Harga bahan baku donat, kemasan, dan tas kresek naik secara bertahap sejak Oktober 2021 lalu. Saat ini masih terus berusaha bertahan,” jelas Tyo, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

 

Usaha sudah ia bangun selama tujuh tahun ini sudah beberapa kali menaikkan harga donatnya. “Dulu awalnya Rp 30.000 per kotak isi enam biji. Naik bertahap, saat ini Rp 36.000 per kotak isi enam biji,” beber pemilik Matoh Donat itu.

Baca Juga :  Anggota DPRD Dilarang Merokok!
BISNIS: Aktivitas produsen donat di salah satu swalayan. Produsen roti dan kue mengeluh harga bahan baku mahal. (NABIL SORAYA/RDR.BJN)

Di tengah naiknya harga bahan baku, ternyata masih diterpa daya beli masyarakat sedang turun akibat kenaikan harga BBM subsidi. “Sekarang ini masyarakat tentu banyak mengurangi jajan di luar rumah karena semua bahan-bahan kebutuhan serbanaik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dini selaku staf toko roti di Jalan Dewi Sartika, bahwa bahan baku roti maupun kue alami kenaikan. Beberapa roti dan kue dijual sudah ada yang dinaikkan harganya guna menyesuaikan dengan harga bahan baku.

 

“Kalau tidak disesuaikan atau dinaikkan harganya nanti kan memengaruhi biaya operasional,” ucapnya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/