alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Pedagang Cakue dan Pukis di Bojonegoro Sudah Naikkan Harga

- Advertisement -

TIDAK hanya pelaku usaha roti kalangan menengah, namun penjual cakue dan roti goreng pun ikut mengeluh serbuan mahalnya harga bahan baku. Shodikin selaku penjual cakue dan roti goreng pun harus menaikkan harga barang dagangannya. Sebelumnya cakue Rp 2.000 per biji, menjadi Rp 2.500.

 

“Saya sudah menaikkan harga sejak Ramadan lalu. Sebab, harga bahan baku seperti tepung terigu, minyak goreng, elpiji, dan lain-lain sudah naik semua,” katanya ditemui di lapaknya di salah satu swalayan Jalan Pemuda.

 

- Advertisement -

Keluhan juga disampaikan Abdul Manan selaku penjual bikang dan pukis, karena penjualannya per hari menurun lebih dari 30 persen. “Saya juga menaikkan harga. Dari Rp 2.000 per biji naik menjadi Rp 2.500,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Stok Sembako Terpantau Aman di Bojonegoro
BISNIS: Aktivitas penjual cakue dan roti goreng serta penjual bikang dan pukis di salah satu swalayan. Produsen roti dan kue mengeluh harga bahan baku mahal. (NABIL SORAYA/RDR.BJN)

Perlu diketahui, tahun ini kenaikan bahan baku roti seperti telur dan tepung terigu. Harga telur pada Januari Rp 25.000 per kilogram, lalu per September menjadi Rp 28.000 per kilogram.

 

Padahal, sebelumnya harga normal telur sekitar Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Sedangkan harga tepung terigu pada awal Januari sekitar Rp 8.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 11.500 per kilogram. (bgs/rij)

TIDAK hanya pelaku usaha roti kalangan menengah, namun penjual cakue dan roti goreng pun ikut mengeluh serbuan mahalnya harga bahan baku. Shodikin selaku penjual cakue dan roti goreng pun harus menaikkan harga barang dagangannya. Sebelumnya cakue Rp 2.000 per biji, menjadi Rp 2.500.

 

“Saya sudah menaikkan harga sejak Ramadan lalu. Sebab, harga bahan baku seperti tepung terigu, minyak goreng, elpiji, dan lain-lain sudah naik semua,” katanya ditemui di lapaknya di salah satu swalayan Jalan Pemuda.

 

- Advertisement -

Keluhan juga disampaikan Abdul Manan selaku penjual bikang dan pukis, karena penjualannya per hari menurun lebih dari 30 persen. “Saya juga menaikkan harga. Dari Rp 2.000 per biji naik menjadi Rp 2.500,” bebernya.

Baca Juga :  Tradisi Sumur Pengantin Sraturejo Baureno
BISNIS: Aktivitas penjual cakue dan roti goreng serta penjual bikang dan pukis di salah satu swalayan. Produsen roti dan kue mengeluh harga bahan baku mahal. (NABIL SORAYA/RDR.BJN)

Perlu diketahui, tahun ini kenaikan bahan baku roti seperti telur dan tepung terigu. Harga telur pada Januari Rp 25.000 per kilogram, lalu per September menjadi Rp 28.000 per kilogram.

 

Padahal, sebelumnya harga normal telur sekitar Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Sedangkan harga tepung terigu pada awal Januari sekitar Rp 8.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 11.500 per kilogram. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/