alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

PHRI Bojonegoro: Berharap Ada Stimulus Ramaikan Sewa Kamar

USAHA hotel di Bojonegoro belum pulih meski pandemi sudah mereda. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro Muh Subeki mengatakan, usaha hotel masih belum pulih. Tingkat okupansi hotel masih sangat rendah. ‘’Sejauh ini sudah normal hanya kegiatan saja. Yakni, sewa ruang rapat,’’ jelasnya kemarin.

 

Subeki menjelaskan, situasi pandemi sudah reda. Namun, okupansi atau tingkat orang menginap di hotel belum begitu tinggi. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada usaha hotel ini. Sehingga, pelaku usaha bisa terus berkembang. ‘’Terkait pajak, setiap hotel saat ini dipasang tapping box. Jadi, pajak langsung terdeteksi,’’ ujarnya.

 

Pajak dikenakan hotel saat ini naik. Dari 10 persen menjadi 11 persen. Karena itu, dia berharap stimulus dari pemerintah agar banyak wisatawan dari luar daerah menginap di hotel. ‘’Usaha hotel di Bojonegoro pernah ramai saat proyek migas. Saat proyek selesai, hotelnya sepi lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Masih Pedas di Lamongan

 

Meski demikian, lanjutnya, banyak bermunculan hotel baru. Seperti di Jalan Veteran dan Jalan Ahmad Yani. (zim/rij)

USAHA hotel di Bojonegoro belum pulih meski pandemi sudah mereda. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro Muh Subeki mengatakan, usaha hotel masih belum pulih. Tingkat okupansi hotel masih sangat rendah. ‘’Sejauh ini sudah normal hanya kegiatan saja. Yakni, sewa ruang rapat,’’ jelasnya kemarin.

 

Subeki menjelaskan, situasi pandemi sudah reda. Namun, okupansi atau tingkat orang menginap di hotel belum begitu tinggi. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada usaha hotel ini. Sehingga, pelaku usaha bisa terus berkembang. ‘’Terkait pajak, setiap hotel saat ini dipasang tapping box. Jadi, pajak langsung terdeteksi,’’ ujarnya.

 

Pajak dikenakan hotel saat ini naik. Dari 10 persen menjadi 11 persen. Karena itu, dia berharap stimulus dari pemerintah agar banyak wisatawan dari luar daerah menginap di hotel. ‘’Usaha hotel di Bojonegoro pernah ramai saat proyek migas. Saat proyek selesai, hotelnya sepi lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Puasa, Cabai Rawit di Bojonegoro Tembus Rp 50 Ribu

 

Meski demikian, lanjutnya, banyak bermunculan hotel baru. Seperti di Jalan Veteran dan Jalan Ahmad Yani. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/