alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Paska Naik Menjadi Rp 12.500 Per Liter

Minat Pada Pertamax Makin Turun di SPBU Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemerintah resmi menaikkan harga pertamax dari Rp 9 ribu per liter menjadi Rp 12.500 per liter mulai kemarin (1/4). Pihak SPBU memperkirakan peminat BBM RON 92 mayorias lebih melirik pertalite, yang harganya masih stabil Rp 7.650 per liter. Namun, pihak SPBU belum merinci besaran penurunan permintaan pertamax, karena kenaikan baru terjadi.

 

Pegawas SPBU Deket Mustofa menuturkan, kenaikan harga tersebut tentunya membuat pelanggan setia pertamax kemungkinan beralih pertalite. Karena rentan harganya kini hampir Rp 5 ribu per liter.

 

‘’Jumlah kenaikan tersebut tentunya tetap mempengaruhi penjualan untuk ke depannya,’’ ujar Mustofa.

 

Sebaliknya, sebagian pelanggan kelas atas lebih memilih pertamax turbo dengan RON 98. Namun selisih harganya hanya Rp 2.500 per liter dengan pertamax. Namun, SPBU di pinggir jalan nasional Lamongan – Surabaya itu belum menyediakan stok pertamax turbo.

Baca Juga :  75 WNA Gunakan Surat Izin Terbatas

 

‘’Apalagi di sini juga belum ada pertamax turbo, pastinya beralih ke pertalite ,’’ imbuhnya.

 

Meski begitu, Mustofa mengaku hingga kini belum ada lonjakan permintaan terhadap pertalite. Menurut dia, stok pertalite atau varian pertamax masih aman. ‘’Hanya stok solar yang minim,’’ ucap Mustofa.

 

Salah satu konsumen pertamax Rozi mengaku cukup kaget dengan kenaikan harga pertamax yang cukup tinggi. Dia mengaku akan beralih menggunakan pertalite, karena selisih harga dengan pertamax cukup jauh.

 

Dia memberikan contoh, ketika membeli pertamax Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter. Namun, ketika membeli pertalite mendapatkan sekitar 13 liter.

 

‘’Selisihnya banyak. Masak ya dibelikan BBM semua. Belum juga kebutuhan yang lainya. Jadi memilih pindah saja ke pertalite saja,’’ terangnya. (mal/ind)

Baca Juga :  Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Koordinasi dan Sinergi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemerintah resmi menaikkan harga pertamax dari Rp 9 ribu per liter menjadi Rp 12.500 per liter mulai kemarin (1/4). Pihak SPBU memperkirakan peminat BBM RON 92 mayorias lebih melirik pertalite, yang harganya masih stabil Rp 7.650 per liter. Namun, pihak SPBU belum merinci besaran penurunan permintaan pertamax, karena kenaikan baru terjadi.

 

Pegawas SPBU Deket Mustofa menuturkan, kenaikan harga tersebut tentunya membuat pelanggan setia pertamax kemungkinan beralih pertalite. Karena rentan harganya kini hampir Rp 5 ribu per liter.

 

‘’Jumlah kenaikan tersebut tentunya tetap mempengaruhi penjualan untuk ke depannya,’’ ujar Mustofa.

 

Sebaliknya, sebagian pelanggan kelas atas lebih memilih pertamax turbo dengan RON 98. Namun selisih harganya hanya Rp 2.500 per liter dengan pertamax. Namun, SPBU di pinggir jalan nasional Lamongan – Surabaya itu belum menyediakan stok pertamax turbo.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Sebut Industri Jasa Keuangan Dorong Pemulihan Ekonomi

 

‘’Apalagi di sini juga belum ada pertamax turbo, pastinya beralih ke pertalite ,’’ imbuhnya.

 

Meski begitu, Mustofa mengaku hingga kini belum ada lonjakan permintaan terhadap pertalite. Menurut dia, stok pertalite atau varian pertamax masih aman. ‘’Hanya stok solar yang minim,’’ ucap Mustofa.

 

Salah satu konsumen pertamax Rozi mengaku cukup kaget dengan kenaikan harga pertamax yang cukup tinggi. Dia mengaku akan beralih menggunakan pertalite, karena selisih harga dengan pertamax cukup jauh.

 

Dia memberikan contoh, ketika membeli pertamax Rp 100 ribu hanya mendapatkan 8 liter. Namun, ketika membeli pertalite mendapatkan sekitar 13 liter.

 

‘’Selisihnya banyak. Masak ya dibelikan BBM semua. Belum juga kebutuhan yang lainya. Jadi memilih pindah saja ke pertalite saja,’’ terangnya. (mal/ind)

Baca Juga :  Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Rawan Kurang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/