30.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 30, 2023

Komunikasi antarpemain Persela Lamongan Masih Lemah

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komunikasi antarpemain Persela Lamongan masih lemah. Menurut pelatih Fakhri Husaini, terjadinya gol bunuh diri mendekati laga berakhir karena komunikasi yang tidak bagus.

 

Ke depan, tak hanya lini belakang yang dibenahi. Juga, lini lainnya. Sebab, menurut Fakhri, kesalahan-kesalahan yang dibuat selama pertandingan melawan tuan rumah FC Bekasi City (29/8) cukup banyak. Semua itu harus segera diperbaiki karena pertandingan selanjutnya sudah menanti.

 

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menyayangkan keputusan wasit yang dinilai sangat merugikan timnya. Kartu merah tidak langsung setelah kartu kuning kedua kepada Sandy Ferizal,  dinilainya diberikan tanpa kesalahan fatal. “Saya tidak ingin menyalahkan, tapi ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk lebih baik ke depan,” terang pelatih kelahiran Lhokseumawe Aceh itu.

- Advertisement -

 

Penjaga gawang Imam Arief Fadillah, mengatakan, perjuangan kerasnya belum bisa memberikan hasil terbaik untuk masyarakat Lamongan. Dia tetap meminta dukungan supaya laga selanjutnya bisa menghadiahkan kemenangan. “Kami akan introspeksi kesalahan-kesalahan dan berusaha lebih baik untuk laga berikutnya,” tuturnya.

 

Sementara itu, Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal, menjelaskan, persiapan untuk laga kedua hanya empat hari. Dia meminta pemain serius dan bertanggung jawab dengan posisinya. Fariz mengatakan, setiap pertandingan memang tidak mudah.

 

Semua tim liga 2 memiliki kualitas yang baik dengan materi pemain yang cukup. Namun Persela juga memiliki kekuatan dan keinginan untuk bangkit ke Liga 1. Kompetisi ini harus dimanfaatkan pemain untuk melakukan yang terbaik. “Kita memiliki sejumlah pemain trial, dan pemain yang dinilai tidak progress bisa tergeser sehingga buktikan kita bisa,” ujarnya. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komunikasi antarpemain Persela Lamongan masih lemah. Menurut pelatih Fakhri Husaini, terjadinya gol bunuh diri mendekati laga berakhir karena komunikasi yang tidak bagus.

 

Ke depan, tak hanya lini belakang yang dibenahi. Juga, lini lainnya. Sebab, menurut Fakhri, kesalahan-kesalahan yang dibuat selama pertandingan melawan tuan rumah FC Bekasi City (29/8) cukup banyak. Semua itu harus segera diperbaiki karena pertandingan selanjutnya sudah menanti.

 

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menyayangkan keputusan wasit yang dinilai sangat merugikan timnya. Kartu merah tidak langsung setelah kartu kuning kedua kepada Sandy Ferizal,  dinilainya diberikan tanpa kesalahan fatal. “Saya tidak ingin menyalahkan, tapi ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk lebih baik ke depan,” terang pelatih kelahiran Lhokseumawe Aceh itu.

- Advertisement -

 

Penjaga gawang Imam Arief Fadillah, mengatakan, perjuangan kerasnya belum bisa memberikan hasil terbaik untuk masyarakat Lamongan. Dia tetap meminta dukungan supaya laga selanjutnya bisa menghadiahkan kemenangan. “Kami akan introspeksi kesalahan-kesalahan dan berusaha lebih baik untuk laga berikutnya,” tuturnya.

 

Sementara itu, Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal, menjelaskan, persiapan untuk laga kedua hanya empat hari. Dia meminta pemain serius dan bertanggung jawab dengan posisinya. Fariz mengatakan, setiap pertandingan memang tidak mudah.

 

Semua tim liga 2 memiliki kualitas yang baik dengan materi pemain yang cukup. Namun Persela juga memiliki kekuatan dan keinginan untuk bangkit ke Liga 1. Kompetisi ini harus dimanfaatkan pemain untuk melakukan yang terbaik. “Kita memiliki sejumlah pemain trial, dan pemain yang dinilai tidak progress bisa tergeser sehingga buktikan kita bisa,” ujarnya. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/