28.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

Volume Waduk 50 Persen

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hujan yang sering terjadi di Lamongan mengakibatkan waduk dan rawa terus terisi air.

 

Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Lamongan, Gunadi, menjelaskan, volume waduk dan rawa saat ini rerata 50 persen. Meskipun, masih ada waduk yang terisi air di bawah 20 persen karena langsung dialirkan ke lahan pertanian.

 

Dia mengaku sudah melakukan teguran ke sejumlah pihak karena beberapa waduk terpasang jaring keramba. Gunadi memastikan dinasnya tidak menyewakan. Namun, kejadiannya cukup banyak di lapangan.

- Advertisement -

 

“Kita terus sosialisasikan (larangan pemanfaatan waduk dan rawa kecuali untuk penampungan air), tapi kewenangan waduk dan rawa ini ada yang milik provinsi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Gunadi mengatakan, keberadaan keramba memang tidak mengurangi daya tampung secara signifikan. Jika dibiarkan, maka akan mengganggu eksploitasi dan aliran air di dalam waduk. “Intinya ketika kita butuh mengeluarkan air tersebut untuk upaya pengendalian banjir akan tetap dilakukan, meski ada keramba,” terangnya.

 

Terkait rawa Sekaran yang menjadi kewenangan provinsi, Gunadi mengatakan, sudah melakukan koordinasi di provinsi. Rencananya dilakukan penertiban. Sementara waduk yang kewenangan dinas, sudah dikomunikasikan dengan pihak desa. “Kita sudah sampaikan ke petugas yang ada di wilayah untuk berkoordinasi dengan desa terkait pemanfaatan lahan di luar ketentuan,” tuturnya.

 

Gunadi menambahkan, keberadaan keramba akan ditindaklanjuti supaya fungsi waduk dan rawa bisa kembali seperti seharusnya. Termasuk melakukan komunikasi dengan mereka yang memanfaatkan untuk kepentingan lain. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hujan yang sering terjadi di Lamongan mengakibatkan waduk dan rawa terus terisi air.

 

Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Lamongan, Gunadi, menjelaskan, volume waduk dan rawa saat ini rerata 50 persen. Meskipun, masih ada waduk yang terisi air di bawah 20 persen karena langsung dialirkan ke lahan pertanian.

 

Dia mengaku sudah melakukan teguran ke sejumlah pihak karena beberapa waduk terpasang jaring keramba. Gunadi memastikan dinasnya tidak menyewakan. Namun, kejadiannya cukup banyak di lapangan.

- Advertisement -

 

“Kita terus sosialisasikan (larangan pemanfaatan waduk dan rawa kecuali untuk penampungan air), tapi kewenangan waduk dan rawa ini ada yang milik provinsi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Gunadi mengatakan, keberadaan keramba memang tidak mengurangi daya tampung secara signifikan. Jika dibiarkan, maka akan mengganggu eksploitasi dan aliran air di dalam waduk. “Intinya ketika kita butuh mengeluarkan air tersebut untuk upaya pengendalian banjir akan tetap dilakukan, meski ada keramba,” terangnya.

 

Terkait rawa Sekaran yang menjadi kewenangan provinsi, Gunadi mengatakan, sudah melakukan koordinasi di provinsi. Rencananya dilakukan penertiban. Sementara waduk yang kewenangan dinas, sudah dikomunikasikan dengan pihak desa. “Kita sudah sampaikan ke petugas yang ada di wilayah untuk berkoordinasi dengan desa terkait pemanfaatan lahan di luar ketentuan,” tuturnya.

 

Gunadi menambahkan, keberadaan keramba akan ditindaklanjuti supaya fungsi waduk dan rawa bisa kembali seperti seharusnya. Termasuk melakukan komunikasi dengan mereka yang memanfaatkan untuk kepentingan lain. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Tiap Hari Nabung di Celengan

Susun Target Menulis

Gasak Rp 10 Juta untuk Membayar Hutang

Terbiasa Merantau

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/