alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Hilal Tidak Terlihat di Tanjung Kodok

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rukyatul hilal di Tanjung Kodok Lamongan tidak terlihat. Kemenag Lamongan menunggu kepastian hasil sidang isbat oleh Menteri Agama tadi malam (29/6).

Menurut Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lamongan, Khoirul Anam, rukyatul hilal kemarin (29/6) untuk menentukan awal zulhijah 1443 H. Kemenag Lamongan sebagai koordinator tempat rukyatul hilal di Tanjung Kodok Paciran.

‘’Yang menjadi salah satu titik pantauan menteri agama secara nasional,’’ tuturnya.

Kegiatan kemarin diikuti pihak kemenag, pemkab, ormas Islam, dan pondok pesantren yang dekat dengan Tanjung kodok. ‘’Kebetulan ada peserta diklat hisab rukyat dari Kemenag RI. Berjumlah 30 orang, diikuti oleh empat provinsi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan NTB,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Agar Dapat Bunga Terbaik, Hunting Langsung ke Petani

Selain itu, ada perwakilan pengadilan agama. ‘’Selain itu, perlu dilaporkan ke kemenag pusat melalui Jawa Timur,’’ imbuhnya.

Anam menuturkan, kemarin sore mendung. ‘’Di Tanjung Kodok tidak berhasil melihat hilal,’’ ujarnya.

Anam mengaku sudah pesimistis bisa melihat hilal sebelum ke lokasi. Alasannya, ketinggian hilal cukup rendah, 1,5 derajat. Angka itu di bawah kesepakatan para menteri agama Brunei Darussalam, Indoensia, Malaysia, dan Singapura secara astronomi.

‘’Hilal dapat teramati jika hilal memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat,’’ jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, kepastian awal zulhijah menunggu hasil isbat menteri agama tadi malam. ‘’Harapan kita bersama, bisa merayakan idul adha sesuai keputusan sidang isbat menteri agama,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Hasil isbat yang digelar tadi malam, pemerintah memutuskan hari raya idul adha jatuh pada 10 Juli. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rukyatul hilal di Tanjung Kodok Lamongan tidak terlihat. Kemenag Lamongan menunggu kepastian hasil sidang isbat oleh Menteri Agama tadi malam (29/6).

Menurut Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lamongan, Khoirul Anam, rukyatul hilal kemarin (29/6) untuk menentukan awal zulhijah 1443 H. Kemenag Lamongan sebagai koordinator tempat rukyatul hilal di Tanjung Kodok Paciran.

‘’Yang menjadi salah satu titik pantauan menteri agama secara nasional,’’ tuturnya.

Kegiatan kemarin diikuti pihak kemenag, pemkab, ormas Islam, dan pondok pesantren yang dekat dengan Tanjung kodok. ‘’Kebetulan ada peserta diklat hisab rukyat dari Kemenag RI. Berjumlah 30 orang, diikuti oleh empat provinsi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan NTB,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kurban Momentum Ajaran Bersosial

Selain itu, ada perwakilan pengadilan agama. ‘’Selain itu, perlu dilaporkan ke kemenag pusat melalui Jawa Timur,’’ imbuhnya.

Anam menuturkan, kemarin sore mendung. ‘’Di Tanjung Kodok tidak berhasil melihat hilal,’’ ujarnya.

Anam mengaku sudah pesimistis bisa melihat hilal sebelum ke lokasi. Alasannya, ketinggian hilal cukup rendah, 1,5 derajat. Angka itu di bawah kesepakatan para menteri agama Brunei Darussalam, Indoensia, Malaysia, dan Singapura secara astronomi.

‘’Hilal dapat teramati jika hilal memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat,’’ jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, kepastian awal zulhijah menunggu hasil isbat menteri agama tadi malam. ‘’Harapan kita bersama, bisa merayakan idul adha sesuai keputusan sidang isbat menteri agama,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergitas, Wujudkan Percepatan Pembangunan Lamongan

Hasil isbat yang digelar tadi malam, pemerintah memutuskan hari raya idul adha jatuh pada 10 Juli. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/