alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

HUKUM

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sidang korupsi urukan tanah di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan Tahun 2017 memasuki masa akhir. Dua terdakwa yakni eks Kepala DTPHP Lamongan Rudjito dan pemenang lelang Zaenuri menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (27/6).

‘’Kedua terdakwa telah mendapatkan putusan hukuman 4 tahun penjara,’’ tutur Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan Anton Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Rudjito dan Zaenuri sama-sama dikenai pasal 2 UU tipikor dengan putusan pidana 4 tahun penjara, serta denda uang Rp 200 juta subsider 3 bulan dan biaya perkara Rp 5 ribu.

‘’Kedua terdakwa masih pikir-pikir, sehingga masih ada waktu selama satu minggu ke depan,’’ ucap Anton.

Baca Juga :  Panitia Diminta Menjaga Netralitas

Sidang selanjutnya diagendakan minggu depan, terkait adanya pengajuan banding atau menerima putusan tersebut. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU selama 6 tahun penjara. Disinggung mengenai adanya tambahan tersangka.

‘’Pastinya, ini ada tersangka baru lagi satu orang, karena barang bukti masih digunakan lagi dengan kasus yang sama,’’ terang Anton. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sidang korupsi urukan tanah di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan Tahun 2017 memasuki masa akhir. Dua terdakwa yakni eks Kepala DTPHP Lamongan Rudjito dan pemenang lelang Zaenuri menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (27/6).

‘’Kedua terdakwa telah mendapatkan putusan hukuman 4 tahun penjara,’’ tutur Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan Anton Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Rudjito dan Zaenuri sama-sama dikenai pasal 2 UU tipikor dengan putusan pidana 4 tahun penjara, serta denda uang Rp 200 juta subsider 3 bulan dan biaya perkara Rp 5 ribu.

‘’Kedua terdakwa masih pikir-pikir, sehingga masih ada waktu selama satu minggu ke depan,’’ ucap Anton.

Baca Juga :  Tingkatkan Fisik dengan Interval Training Persela Lamongan

Sidang selanjutnya diagendakan minggu depan, terkait adanya pengajuan banding atau menerima putusan tersebut. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU selama 6 tahun penjara. Disinggung mengenai adanya tambahan tersangka.

‘’Pastinya, ini ada tersangka baru lagi satu orang, karena barang bukti masih digunakan lagi dengan kasus yang sama,’’ terang Anton. (mal/ind)

Previous articleMaafkan Pencuri Kambing
Next articleMatangkan Persiapan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/