alexametrics
33.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Jika IPAL Belum Tersedia

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komisi C DPRD Lamongan menampung keluhan warga terkait pengolahan limbah PT Dowa Eco System (DESI). Sebelumnya komisi yang membidangi pembangunan itu sidak ke lokasi pabrik di Desa Tologretno, Kecamatan Brondong tersebut. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, PT DESI bakal beroperasi pada Oktober mendatang.

Selanjutnya, pihak Komisi C kembali melakukan audiensi dengan petani garam di Kecamatan Brondong kemarin (27/6). Para petani garam khawatir jika PT DESI belum membangun instalasi pembuangan air limbah (IPAL), maka akan mempengaruhi kualitas produksi garam.

‘’Disepakai anggota komisi, kalau nanti saluran itu (IPAL, Red) belum dikerjakan ketika pembangunan selesai, maka kita akan merekomendasikan agar PT DESI tidak beropasi,’’ tutur Anggota Komisi C DPRD Lamongan M. Freddy Wahyudi.

Baca Juga :  Waktu Singkat Benahi Tim Persela Lamongan

Berdasarkan konfirmasi yang dia terima, pihak perusahaan sudah meyakinkan jika limbahnya tidak berbahaya. Meski begitu, diakui Freddy, masyarakat awam tidak akan mengetahui bahaya atau tidak limbahnya nanti.

‘’Jadi kita kawal terus bersama masyarakat,’’ tutur Ketua F-PKB tersebut.

Salah satu petani garam Mursan  mengakui ingin menagih janji pada PT DESI terkait Mou yang belum dikerjakan. Bahkan, petani garam merasa jika PT DESI malah menjauh.

‘’Salah satu MoU akan dibuatkan DAM,’’ katanya.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan M. Burhanuddin memastikan, pihaknya sudah berkomunikasi dan merekomendasikan beberapa hal kepada PT DESI.

‘’PT DESI berjanji siap melaksanakan MoU yang sudah disepakati dengan masyarakat sekitar,’’ terangnya. (sip/ind)

Baca Juga :  Lembaga Pinggiran Mendominasi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komisi C DPRD Lamongan menampung keluhan warga terkait pengolahan limbah PT Dowa Eco System (DESI). Sebelumnya komisi yang membidangi pembangunan itu sidak ke lokasi pabrik di Desa Tologretno, Kecamatan Brondong tersebut. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, PT DESI bakal beroperasi pada Oktober mendatang.

Selanjutnya, pihak Komisi C kembali melakukan audiensi dengan petani garam di Kecamatan Brondong kemarin (27/6). Para petani garam khawatir jika PT DESI belum membangun instalasi pembuangan air limbah (IPAL), maka akan mempengaruhi kualitas produksi garam.

‘’Disepakai anggota komisi, kalau nanti saluran itu (IPAL, Red) belum dikerjakan ketika pembangunan selesai, maka kita akan merekomendasikan agar PT DESI tidak beropasi,’’ tutur Anggota Komisi C DPRD Lamongan M. Freddy Wahyudi.

Baca Juga :  Pemulangan Jemaah Haji asal Lamongan Dua Tahap

Berdasarkan konfirmasi yang dia terima, pihak perusahaan sudah meyakinkan jika limbahnya tidak berbahaya. Meski begitu, diakui Freddy, masyarakat awam tidak akan mengetahui bahaya atau tidak limbahnya nanti.

‘’Jadi kita kawal terus bersama masyarakat,’’ tutur Ketua F-PKB tersebut.

Salah satu petani garam Mursan  mengakui ingin menagih janji pada PT DESI terkait Mou yang belum dikerjakan. Bahkan, petani garam merasa jika PT DESI malah menjauh.

‘’Salah satu MoU akan dibuatkan DAM,’’ katanya.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan M. Burhanuddin memastikan, pihaknya sudah berkomunikasi dan merekomendasikan beberapa hal kepada PT DESI.

‘’PT DESI berjanji siap melaksanakan MoU yang sudah disepakati dengan masyarakat sekitar,’’ terangnya. (sip/ind)

Baca Juga :  Dispora Lamongan Ajukan Rp 900 Juta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/