alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Jagal Lebih Pilih Potong Mandiri

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rumah potong hewan (RPH) sepi untuk pemotongan sapi. RPH hanya ramai untuk pemotongan unggas.

Kepala UPT RPH Lamongan, Nawawi, menjelaskan, pemotongan unggas 800 – 1.000 ekor per hari. “Kalau sapi biasanya sehari ada satu sampai tiga ekor, kadang kosong,” jelasnya.

Menurut dia, jagal masih melakukan potong mandiri. Apalagi, mereka yang tempat tinggalnya di Kecamatan Ngimbang, Sambeng dan sekitarnya.

Para jagal itu enggan ke RPH dengan alasan biaya kirim. Meskipun, biaya pemotongan di RPH cukup murah.

Berdasarkan perda, biaya pemotongan ternak sapi Rp 50 ribu per ekor. Sapi betina tidak produktif atau kecelakaan biayanya Rp 60 ribu per ekor. Sementara kambing Rp 10 ribu per ekor dan unggas Rp 100 per ekor.

Baca Juga :  Rusak dan Dibiarkan

Nawawi menuturkan, di Lamongan hanya ada tiga RPH. Selain di Kecamatan Lamongan, juga Pucuk dan Babat. Justru tempat pemotongan hewan (TPH) perorangan yang banyak. Jumlahnya mencapai 42 titik, tersebar di seluruh kecamatan.

‘’Jagal tentu memertimbangkan jarak sehingga banyak yang belum minat untuk ke RPH, padahal kita fasilitasi pengirimannya,”  ujarnya.

Nawawi menjelaskan, kemampuan pemotongan di RPH maksimal 17 ekor sapi setiap harinya. Jika ada pemohon pemotongan masuk, maka harus dijadwal lebih dulu.

Sapi yang hendak dipotong, harus melalui pemeriksaan. Semua ternak yang akan dipotong juga harus mendapatkan surat keterangan sehat hingga hari pemotongan.

“Surat keterangan ini berlaku 12 jam sehingga sampai dipotong ternak harus dipastikan dalam kondisi sehat,” jelasnya. (rka/yan)

Baca Juga :  Selain Pintar, Cantik Juga Penting

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rumah potong hewan (RPH) sepi untuk pemotongan sapi. RPH hanya ramai untuk pemotongan unggas.

Kepala UPT RPH Lamongan, Nawawi, menjelaskan, pemotongan unggas 800 – 1.000 ekor per hari. “Kalau sapi biasanya sehari ada satu sampai tiga ekor, kadang kosong,” jelasnya.

Menurut dia, jagal masih melakukan potong mandiri. Apalagi, mereka yang tempat tinggalnya di Kecamatan Ngimbang, Sambeng dan sekitarnya.

Para jagal itu enggan ke RPH dengan alasan biaya kirim. Meskipun, biaya pemotongan di RPH cukup murah.

Berdasarkan perda, biaya pemotongan ternak sapi Rp 50 ribu per ekor. Sapi betina tidak produktif atau kecelakaan biayanya Rp 60 ribu per ekor. Sementara kambing Rp 10 ribu per ekor dan unggas Rp 100 per ekor.

Baca Juga :  Bupati Lamongan Berkurban 8 ekor Sapi

Nawawi menuturkan, di Lamongan hanya ada tiga RPH. Selain di Kecamatan Lamongan, juga Pucuk dan Babat. Justru tempat pemotongan hewan (TPH) perorangan yang banyak. Jumlahnya mencapai 42 titik, tersebar di seluruh kecamatan.

‘’Jagal tentu memertimbangkan jarak sehingga banyak yang belum minat untuk ke RPH, padahal kita fasilitasi pengirimannya,”  ujarnya.

Nawawi menjelaskan, kemampuan pemotongan di RPH maksimal 17 ekor sapi setiap harinya. Jika ada pemohon pemotongan masuk, maka harus dijadwal lebih dulu.

Sapi yang hendak dipotong, harus melalui pemeriksaan. Semua ternak yang akan dipotong juga harus mendapatkan surat keterangan sehat hingga hari pemotongan.

“Surat keterangan ini berlaku 12 jam sehingga sampai dipotong ternak harus dipastikan dalam kondisi sehat,” jelasnya. (rka/yan)

Baca Juga :  Rusak dan Dibiarkan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/