alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Persela Lamongan

Semangat Pemain Persela Memudar

LAMONGAN, Radar Lamongan – Semangat yang berusaha dibangun oleh Tim Pelatih Persela tampaknya tidak terbalas sepenuhnya oleh para pemain. Hanya segelintir pemain yang terlihat serius dalam menyelesaikan pertandingan terakhir Liga 1.

 

Meredupnya semangat tak lepas dari posisi skuad biru muda, yang sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2 lebih awal. Meski begitu, Laskar Joko Tingkir harus tetap menuntaskan pertandingan terakhirnya kontra PSIS Semarang besok sore (29/3) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.

 

Karteker Persela Ragil Sudirman menjelaskan, pemain tetap disemangati untuk menyelesaikan pertandingan terakhir. Karena, kemenangan ini akan menjadi kado ketika pulang ke Lamongan. Sehingga, harapannya pemain tetap all-out untuk mendapatkan kemenangan bagi seluruh masyarakat Lamongan.

Baca Juga :  Perbanyak Latihan Beban

 

‘’Saya sudah sampaikan ke pemain, kita kerja keras dan berikan kado terindah untuk Lamongan,” jelas Karteker 55 tahun itu.

 

Menurut Ragil, kondisinya memang sudah tidak memungkinkan. Sehingga, semangat yang dibangun harus lebih keras lagi. Ketika disinggung mengenai kekosongan pelatih kepala, Ragil mengatakan, secara regulasi seharusnya tetap dibutuhkan. Tapi, semuanya dikembalikan lagi kepada manajemen. Saat ini, Ragil dibantu direktur teknik dan Coach Welliansyah.

 

‘’Iya masih membantu (Welly, Red) dan kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” terang Karteker asal Kecamatan Karanggeneng itu.

 

Ragil secara pribadi meminta maaf kepada seluruh pendukung Persela. Dia berharap, agar masyarakat Lamongan tetap memberikan dukungannya, agar Persela segera bangkit.

Baca Juga :  Budidaya Ulat Manggot, Manfaatkan Ampas Tahu dan Sampah Buah

 

Selain itu, di sisa pertandingan Ragil akan memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang diturunkan. Ragil memastikan, hanya Zaenuri yang izin dan Malik dipastikan absen karena akumulasi.

 

‘’Kemarin pemain tetap mengikuti agenda latihan seperti biasa, besok (hari ini, Red) OT karena besoknya sudah main,” tuturnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Semangat yang berusaha dibangun oleh Tim Pelatih Persela tampaknya tidak terbalas sepenuhnya oleh para pemain. Hanya segelintir pemain yang terlihat serius dalam menyelesaikan pertandingan terakhir Liga 1.

 

Meredupnya semangat tak lepas dari posisi skuad biru muda, yang sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2 lebih awal. Meski begitu, Laskar Joko Tingkir harus tetap menuntaskan pertandingan terakhirnya kontra PSIS Semarang besok sore (29/3) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.

 

Karteker Persela Ragil Sudirman menjelaskan, pemain tetap disemangati untuk menyelesaikan pertandingan terakhir. Karena, kemenangan ini akan menjadi kado ketika pulang ke Lamongan. Sehingga, harapannya pemain tetap all-out untuk mendapatkan kemenangan bagi seluruh masyarakat Lamongan.

Baca Juga :  KESI UMM Sediakan 30 Course Gratis bagi Siswa Indonesia

 

‘’Saya sudah sampaikan ke pemain, kita kerja keras dan berikan kado terindah untuk Lamongan,” jelas Karteker 55 tahun itu.

 

Menurut Ragil, kondisinya memang sudah tidak memungkinkan. Sehingga, semangat yang dibangun harus lebih keras lagi. Ketika disinggung mengenai kekosongan pelatih kepala, Ragil mengatakan, secara regulasi seharusnya tetap dibutuhkan. Tapi, semuanya dikembalikan lagi kepada manajemen. Saat ini, Ragil dibantu direktur teknik dan Coach Welliansyah.

 

‘’Iya masih membantu (Welly, Red) dan kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” terang Karteker asal Kecamatan Karanggeneng itu.

 

Ragil secara pribadi meminta maaf kepada seluruh pendukung Persela. Dia berharap, agar masyarakat Lamongan tetap memberikan dukungannya, agar Persela segera bangkit.

Baca Juga :  Tegaskan KPM di Lamongan Bebas Belanja

 

Selain itu, di sisa pertandingan Ragil akan memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang diturunkan. Ragil memastikan, hanya Zaenuri yang izin dan Malik dipastikan absen karena akumulasi.

 

‘’Kemarin pemain tetap mengikuti agenda latihan seperti biasa, besok (hari ini, Red) OT karena besoknya sudah main,” tuturnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Desak Normalisasi Rawa Semando

Penderita HIV Didominasi Usia Produktif

Mencoba Geluti Hidroponik

Artikel Terbaru


/