alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Baru 184 Anak di Bawah 18 Tahun Mendapat Vaksin Booster di Lamongan

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Capaian vaksinasi dosis 3 kategori remaja sangat minim. Dari 112 ribu sasaran proyeksi, baru 184 remaja yang mendapatkan suntikan booster.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr Indra Tsani, menjelaskan, tidak semua remaja wajib booster. Remaja yang usianya di bawah 18 tahun belum menjadi skala prioritas. Hal itu menjadi salah satu penyebab minimnya remaja yang disuntik dosis 3.

 

Menurut Indra, anak dan remaja hanya wajib vaksinasi hingga dosis 2. Selebihnya, menunggu instruksi dari Kementrian Kesehatan.

- Advertisement -

 

Dosis 3  wajib bagi dewasa dan lanjut usia. “Kita ada skala prioritas sehingga edukasi ini penting untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tim pelatih Persela Lamongan: Optimalkan Penguasaan Bola

 

Indra menuturkan, pihaknya terus mendata sasaran penerima vaksin. Menurut dia, vaksinasi lengkap penting sebagai bentuk pencegahan dari penularan virus covid-19 yang terus bermutasi. ‘’Kalau sasaran tidak di rumah, sebaiknya mengikuti vaksinasi di wilayah kerjanya dan data akan langsung sinkron,’’ ujarnya. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Capaian vaksinasi dosis 3 kategori remaja sangat minim. Dari 112 ribu sasaran proyeksi, baru 184 remaja yang mendapatkan suntikan booster.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr Indra Tsani, menjelaskan, tidak semua remaja wajib booster. Remaja yang usianya di bawah 18 tahun belum menjadi skala prioritas. Hal itu menjadi salah satu penyebab minimnya remaja yang disuntik dosis 3.

 

Menurut Indra, anak dan remaja hanya wajib vaksinasi hingga dosis 2. Selebihnya, menunggu instruksi dari Kementrian Kesehatan.

- Advertisement -

 

Dosis 3  wajib bagi dewasa dan lanjut usia. “Kita ada skala prioritas sehingga edukasi ini penting untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tunggu Proyek Jalan Glagah, Lamongan Selesai

 

Indra menuturkan, pihaknya terus mendata sasaran penerima vaksin. Menurut dia, vaksinasi lengkap penting sebagai bentuk pencegahan dari penularan virus covid-19 yang terus bermutasi. ‘’Kalau sasaran tidak di rumah, sebaiknya mengikuti vaksinasi di wilayah kerjanya dan data akan langsung sinkron,’’ ujarnya. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Investor Day Belum Terima Respons

Bakal Bangun RS Tipe B di Kunduran

RPH Picu Pencemaran Bengawan Solo

Artikel Terbaru


/